Senin, 20 April 2026

PILKADA SERENTAK

Ditanya Wacana Pilkada Serentak Ditunda, Amsakar: Lebih Baik Tetap Dilaksanakan

Amsakar bilang, tak ada yang bisa memprediksi kapan Covid-19 akan selesai. Karena itu, ia lebih memilih pilkada serentak tetap dilaksanakan

Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.ID/HENING SEKAR UTAMI
PILKADA SERENTAk - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad menilai, lebih baik pilkada serentak tetap dilaksanakan tahun ini 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad lebih memilih pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak tetap dilaksanakan tahun ini sebagaimana perencanaan awal.

Walaupun saat ini pandemi Covid-19 tengah melanda Indonesia dan sejumlah negara lainnya.

Sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Kota Batam, Amsakar mengaku tak dapat memastikan kapan Covid-19 akan segera berakhir, khususnya di Kota Batam.

"Soal Covid-19 ini unpredictable. Apakah penundaannya setahun atau dua tahun?," ujar Amsakar, Senin (21/9/2020).

Salah satu hal yang menjadi pertimbangan apabila Pilkada ditunda adalah bagaimana kinerja pemerintah provinsi ke depannya.

Pilkada Serentak Ditunda? Wakil Wali Kota Batam: Pilihan yang Terbaik bagi Bangsa, Kita Ikuti

Pasalnya, bagi kepala daerah yang kembali mencalonkan diri sebagai petahana di Pilkada 2020, jabatan yang dilepas semasa cuti diisi oleh pejabat Pemprov eselon II.

Apabila pelaksanaan Pilkada ditunda, maka masa pelaksana tugas menjabat dalam tubuh organisasi pemerintah daerah juga tidak dapat diprediksi kapan akan berakhir.

"Siapa yang bisa memprediksi kapan Covid-19 akan selesai, dan berapa lama nanti pejabat itu menjadi Plt, bagaimana dengan kinerja organisasi di Pemprov nantinya?," jelas Amsakar.

Karena itu, Amsakar menilai bahwa Pilkada 2020 lebih baik apabila dijalankan sebagaimana rencana.

"Saya sebagai Ketua Harian Gugus Tugas Covid-19 Batam, merasa Pilkada lebih bagus dilaksanakan," tambah Amsakar. 

Sebelumnya diberitakan, pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tengah pandemi Covid-19 jadi ancaman potensi munculnya klaster Covid-19 baru.

Karena itu, sejumlah pihak mendesak agar pelaksanaan Pilkada 2020 yang semula dicanangkan pada 9 Desember 2020 ditunda.

Di Kepulauan Riau (Kepri) sendiri, geliat antusiasme bakal pasangan calon (bapaslon) kepala daerah jelang Pilkada justru tampak menggebu. Berbagai persiapan tahapan Pilkada telah dilalui, kendati jumlah kasus Covid-19 kian meningkat, mencapai 1171 kasus pada Minggu (20/9/2020).

Bagaimana tanggapan petahana atas wacana penundaan Pilkada serentak kali ini?

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved