BATAM TERKINI
Covid-19 Ancam 5.100 Pekerja di Dua Pabrik, 130 Karyawan Terkonfirmasi Positif
Sebanyak 130 karyawan perusahaan industri manufaktur di Kawasan Industri Batamindo Mukakuning Batam positif Covid-19.
Saat pergantian jam kerja, puluhan pekerja yang terlihat mengenakan masker medis, berseragam hijau tua dan jaket biru, terlihat berjalan beriringan keluar dari pabrik.
Seorang karyawan ketika ditanya Tribun mengaku tertekan oleh penularan virus yang terjadi di perusahaannya.
Namun karyawan yang tidak disebutkan namanya itu mengatakan, penularan yang terjadi saat ini bukan di pabrik tempat ia bekerja.
“Infineon itu ada empat pabrik. Di tempat saya tidak ada,” katanya.
Meski demikian, kata dia, seluruh karyawan Infineon sudah menjalani rapid test dua hari lalu. Menurut dia, karyawan yang terkena virus hanya dari satu pabrik saja.
“Tempat saya negatif senua,” katanya.
Kadinkes Didi mengatakan, rapid test massal tersebut wewenang penuh internal perusahaan.
"Perusahaan melakukannya sendiri," ujar Didi yang mengaku tidak mengetahui perkembangan hasil rapid test tersebut. “Kita tak mendapat laporan,” katanya.
Sekretaris Daerah Kota Batam Jefridin mengatakan, Tim Gugus Tugas sudah menyurati ke dua perusahaan itu untuk memilih dua opsi yang ditawarkan.
Pertama adalah melakukan tes swab kepada seluruh karyawannya atau menghentikan opersional perusahaan selama 14 hari.
Meski demikian, kata Jefridin, surat itu baru bersifat saran. Keputusan dari Gugus Tugas belum ada.
“Besok (Rabu-red) kita rapatkan. Nanti keputusannya bagaimana, tergantung Pak Wali Kota (H Muhammad Rudi) sebagai Ketua Gugus Tugas,” katanya.
Dilema
Kepala Dinas tenaga Kerja Rudi Syakyakirti mengatakan, kasus di dua pabrik itu memang dilema. Sebab, perusahaan memiliki target produksi yang harus mereka jalankan.
Sementara di sisi lain, virus juga tidak bisa dipandang enteng karena ribuan karyawan itu bekerja di ruangan tertutup selama delapan jam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/updata-coronavirus-update-virus-corona-update-covid-19-kamis-30-april-2020.jpg)