Tahap Pertama Pembukaan Ibadah Umrah, Arab Saudi: Jamaah Hanya Diberi Waktu 3 Jam
Pada tahap pertama akan mengizinkan warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen mulai
Editor Danang Setiawan
TRIBUNBATAM.id, MAKKAH -Pemerintah Arab Saudi berencana membuka kembali kegiatan umrah secara bertahap mulai 4 Oktober 2020.
Kementerian Dalam Negeri Arab Saudi mengatakan keputusan itu diambil setelah menilai perkembangan virus corona dan sebagai tanggapan atas keinginan umat Islam di seluruh dunia untuk melakukan ibadah umrah.
Pada tahap pertama akan mengizinkan warga negara dan ekspatriat dari dalam Kerajaan Arab Saudi untuk melakukan umrah dengan kapasitas 30 persen mulai 4 Oktober.
Kapasitas 30 persen ini setara dengan 6.000 jamaah per hari.
Setiap jamaah akan diberikan waktu tiga jam untuk melakukan umrah, dimulai dan diakhiri di area triase di sekitar Makkah, selama tahap pertama dimulainya kembali layanan Umrah, menurut sumber Arab News.
• Arab Saudi Kembali Buka Ibadah Umrah Secara Bertahap, Ini Jadwalnya Untuk Jemaah Internasional
Tahap pertama dijadwalkan untuk dimulai pada 4 Oktober dan akan dioperasikan melalui aplikasi I'tamarna.
Rencananya adalah memiliki area triase di sekitar kota suci, memungkinkan 6.000 jamaah umrah setiap hari pada enam waktu yang berbeda, dengan setiap kelompok 1.000 jamaah diberi waktu tiga jam.
• Arab Saudi Kembali Buka Penerbangan Internasional, Pembukaan Umrah Dilakukan Bertahap
Tahap pertama akan memungkinkan Umrah untuk orang Saudi dan ekspatriat yang tinggal di Kerajaan, sebelum memperluas ke kapasitas yang lebih besar pada tahap berikutnya untuk memungkinkan jamaah dari luar Arab Saudi.
Bajaiffer mengatakan, forum yang digelar baru-baru ini membahas kapasitas 30 persen pada tahap pertama. "Kinerja akan dinilai oleh otoritas terkait sebelum memungkinkan perluasan lebih lanjut ke kapasitas 75 persen di fase kedua, dan kapasitas penuh di fase ketiga untuk menerima jamaah dari luar Kerajaan."
Ahmed Saleh Halabi, seorang jurnalis dan penulis yang berspesialisasi dalam layanan haji dan umrah, mengatakan keputusan untuk memulihkan umrah menekankan kepedulian kepemimpinan Saudi untuk membantu orang-orang melakukan umrah dengan aman, sejalan dengan tindakan pencegahan.
"Pemulihan Umrah secara bertahap dapat membantu mengurangi kerusakan finansial pada perusahaan dan institusi Umrah," katanya kepada Arab News.
Halabi mengutip pernyataan menteri haji dan umrah yang mengatakan “ada lebih dari 30 perusahaan lokal dan internasional yang dapat menangani layanan umrah yang disediakan bagi jemaah,” dan dia berharap hal ini tidak menimbulkan kerugian finansial baru bagi perusahaan penyedia layanan umrah.
(*)
Artikel Ini Sudah Tayang di KONTAN, dengan judul: Tahap pertama pembukaan ibadah umrah, setiap jamaah hanya diberi waktu tiga jam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kerajaan-arab-saudi-buka-kembali-kegiatan-ibadah-umrah-4-oktober-2020.jpg)