TRIBUN WIKI
Kenang Peristiwa G30S/PKI, Begini Sejarah di Balik Hari Kesaktian Pancasila
Tanggal 1 Oktober mendatang diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila. Peringatan ini bertujuan untuk mengenang tragedi Gerakan 30 September.
Editor: Widi Wahyuning Tyas
TRIBUNBATAM.id - Tanggal 1 Oktober mendatang diperingati sebagai Hari Kesaktian Pancasila.
Peringatan ini bertujuan untuk mengenang tragedi Gerakan 30 September atau G30S/PKI.
Tragedi ini merupakan satu catatan hitam paling pilu bagi Bangsa Indonesia.
Kala itu, tak sedikit Pahlawan kita yang gugur secara tragis akibat kekejaman PKI.
Kesaktian Pancasila dan G30S/PKI

Peringatan Hari Kesaktian Pancasila bermula dari Surat Keputusan Menteri atau Panglima Angkatan Darat Jenderal Soeharto pada 17 September 1966 lalu.
Setelah keputusan tersebut keluar, Wakil Panglima Angkatan Darat Letjen Maraden Panggabean dalam jumpa pers menjelaskan, Pancasila sebagai way of life bangsa Indonesia pada tanggal itu mendapat ancaman yang luar biasa sehingga hampir saja Pancasila musnah dari Bumi Pertiwi.
Peringatan ini menyusul dikeluarkannya SK No 153/1967 pada 27 September 1967 oleh Presiden Jenderal Soeharto.
Hal ini dipicu oleh peristiwa yang menewaskan enam jenderal dan satu ajudan pada 30 September 1965.
Saat itu, otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar menyebarkan informasi bahwa insiden yang terjadi merupakan usaha Partai Komunis Indonesia (PKI) untuk mengganti Ideologi Bangsa Indonesia yaitu Pancasila.
Pejabat tinggi Angkatan Darat yang menjadi korban adalah :
- Letjen Ahmad Yani (Menteri/Panglima Angkatan Darat/Kepala Staf Komando Operasi Tertinggi)
- Mayjen TNI Raden Suprapto (Deputi II Menteri/Panglima AD bidang Administrasi)
- Mayjen TNI Mas Tirtodarmo Haryono (DEputi III Menteri/Panglima AD bidang Intelijen)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hari-kesaktian-pancasila1.jpg)