Senin, 4 Mei 2026

Cegah Lonjakan Saat Natal, Filipina Perpanjang Pembatasan Covid-19 hingga Oktober

Pembatasan karantina saat ini di ibu kota Filipina, Manila dan lima pusat kota lainnya akan tetap berlaku hingga Oktober. Peringatkan lonjakan Natal.

Tayang:
AFP
MANILA - Filipina memperpanjang pembatasan virus Corona selama satu bulan lagi untuk mencegah 'lonjakan Natal'. ILUSTRASI. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, MANILA - Pembatasan karantina saat ini di ibu kota Filipina, Manila dan lima pusat kota lainnya akan tetap berlaku hingga setidaknya Oktober.

Pasalnya, pemerintah memperhatikan para ahli yang memperingatkan bahwa membuka kembali negara itu terlalu dini dapat menyebabkan lonjakan infeksi virus Corona pada waktu Natal.

Negara akan berada di bawah "karantina komunitas umum yang dimodifikasi".

Menteri Kesehatan Francisco Duque mengumumkannya dalam pertemuan Senin (28/9/2020) dengan Presiden Rodrigo Duterte.

Filipina telah melaporkan lebih sedikit kasus Covid-19 sejauh bulan ini sekitar 86.000, dibandingkan dengan bulan lalu, yang melihat lebih dari 130.000 kasus.

Masih memiliki jumlah infeksi tertinggi di Asia Tenggara, dengan total melebihi 300.000, meskipun kasus aktif sekarang turun menjadi sekitar 49.000.

Singapura Catat 15 Infeksi Covid-19 Baru, Temukan 5 Kasus Impor, Datang dari Indonesia dan Filipina

Pengolah data dan pakar kesehatan di Universitas Filipina yang dikelola negara mengatakan indikator sejauh ini menggembirakan.

Hanya setengah dari tempat tidur rumah sakit yang disisihkan untuk pasien Covid-19 di ibu kota yang sekarang ditempati.

Tetapi angka-angka ini masih kurang dari yang dibutuhkan untuk pembatasan di Metro Manila, rumah bagi sekitar 16 juta agar lebih longgar.

"Situasi di (Metro Manila) telah membaik, karena tingkat penularan, jumlah kasus, serta tingkat kepositifan dan ukuran pemanfaatan sumber daya rumah sakit, semuanya berada dalam tren yang menurun," kata mereka.

Mereka mengatakan meski waktu yang dibutuhkan untuk menggandakan infeksi telah meningkat menjadi 13 hari dari 1,55 pada Maret, masih kurang dari 28 hari yang diharapkan pemerintah sebelum dapat lebih jauh mengurangi pembatasan pada transportasi umum, protokol kerja, dan kegiatan rekreasi.

"Berdasarkan data dan tren masa lalu, penurunan status karantina secara dini dapat meningkatkan risiko lonjakan pada bulan Desember, sekitar waktu Natal," mereka memperingatkan.

Mereka mengatakan pada tingkat infeksi saat ini, dan dengan pembatasan yang ada, kasus Covid-19 masih bisa mencapai 400.000 pada akhir tahun.

Sebagian besar Filipina mengalami salah satu penguncian yang paling ketat dan terpanjang di dunia dari pertengahan Maret hingga Mei.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved