VIRUS CORONA DI BATAM
DAFTAR 36 Pasien Sembuh Corona di Batam, 15 di Antaranya Karyawan PT Infineon, 1 Philips
Ada 36 pasien positif Covid-19 Batam dipulangkan dari rumah sakit,setelah dinyatakan sembuh.Kebanyakan dari karyawan PT Infineon
Rincian dari 317 kasus tersebut tersebar di 17 perusahaan di kawasan Mukakuning, Batam, Kepri.
Dimana persebarannya yaitu PT BIC sebanyak 9 orang, PT Schneider sebanyak 5 orang, PT JMS sebanyak 4 orang, PT Rubycon sebanyak 3 orang.
Kemudian PT Kemet sebanyak 7 orang, PT Sumitomo sebanyak 9 orang, PT Excelitas sebanyak 7 orang, PT Infineon sebanyak 88 orang, PT WIK sebanyak 3 orang.
Serta PT Philips yang memecahkan rekor dengan kasus terbanyak yaitu 171 orang.
Lalu ada juga PT Flextronics sebanyak 3 orang, PT SIIX sebanyak 1 orang, PT Epson sebanyak 2 orang, PT Hoonfong sebanyak 1 orang, pegawai Bank Mandiri KCP Batamindo sebanyak 2 orang, PT NOK sebanyak 1 orang serta terakhir ada PT VARTA sebanyak 1 orang.
Seperti diketahui data ini berdasarkan rilis Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batam.
Klaster Muka Kuning ini bermula ketika ditemukan kasus penghuni dormitori (asrama) karyawan yang terpapar Covid-19, setelah itu persebaran kasusnya semakin meluas hingga data terakhir ada 17 perusahaan yang karyawannya terpapar Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam sekaligus Ketua Bidang Kesehatan Tim Gugus Tugas Covid-19, Didi Kusmarjadi mengatakan petugas masih terus melakukan upaya penelusuran kontak (tracing) pada klaster tersebut.
"Kami masih terus menekan angkanya," ujar Didi.
Sementara itu total pasien Covid-19 di Batam telah mencapai 1575 orang, diantaranya sudah ada 1002 orang yang dinyatakan sembuh. Sebanyak 47 orang telah meninggal dunia, dan yang sedang menjalani perawatan sebanyak 523 orang serta 3 orang sedang dalam persiapan evakuasi ke rumah sakit.
(TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri/Roma Uly Sianturi)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-update-data-covid-19-update-data-corona-data-virus-corona-coronavirus.jpg)