Breaking News:

VIRUS CORONA DI BATAM

Pj Wali Kota Batam: Saya Mafhum Kalau Pak Rudi Tak Terapkan Denda Rp 250 Ribu Kalau Tak Bermasker

"Surat ini bersifat wajib patuhi protokol kesehatan seperti bersifat memakai masker, pakai hand sanitizer dan jaga jarak dan sanksinya tegas.”

Pj Wali Kota Batam: Saya Mafhum Jika Pak Rudi Tak Terapkan Denda Masker Rp 250 Ribu

TRIBUN BATAM.ID, BATAM — “Pak Wali sudah buat Perwako No 49, tapi tak berlakukan denda. Nah, tadi malam saya teken instruksi wali kota (Batam) yang beri sanksi denda Rp250 ribu, bagi pelanggar berat tak pakai masker,” kata Penjabat Wali Kota Batam Syamsul Bahrum PhD, saat bertandang ke kantor Tribun, Kompleks MCP Batu Ampar, Jl Kerapu, Batam, Kamis (1/10/2020) sore.

Syamsul Bahrum tepat sepekan menjabat Pj Walikota Batam ini, mengaku mafhum jika Walikota (nonktif) Batam HM Rudi, tak menerbitkan instruksi sebagai aturan teknis dari Perwako soal penerarapan disiplin dan penegakan hukum protokol kesehatan.

“Saya mafhum kalau Pak Rudi tak teken instruksi soal denda tak bermasker. Mungkin saya pun kalau di posisi Pak Rudi saat ini, juga atak akan berlakukan denda Rp250 ribu itu,” ujar Asisten II (non-aktif) Bidang Ekonomi Pembangunan di Pemprov Kepri itu, sambil tersenyum lebar.

Sekadar diketahui di pada Pilkada 2010 lalu, Syamsul juga ikut kontestasi Pilwali.

Dia digandeng oleh calon wali kota Batam,  Dr Amir Hakim Siregar. yang kala itu menjabat Ketua DPD Hanura Kepri.

Menurut Syamsul, dengan ditekennya instruksi Walikota itu, berarti warga yang melanggar penerapan protokol kesehatan, seperti tak bermasker bisa mendapat hukuman denda.

“Saya tegaskan instruksi Presiden Nomor 6 tahun 2020 diikuti dengan instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 4 tahun 2020 kita ikuti Perwako dan kini instruksi,” 

Syamsul Bahrum berharap dengan Instruksi ini bisa menekan lonjakan kasus pasien terkonfirmasi Covid-19  di Batam, khususnya di kluster dermitori dan sejumlah pabrik, dua pekan terakhir.

“Surat ini bersifat wajib patuhi protokol kesehatan seperti bersifat memakai masker, pakai hand sanitizer dan jaga jarak dan sanksinya tegas.”

Sebelumnya, 1 September 2020, atau 23 hari sebelum cuti kampanye, dalam kapasitas sebagai Wali Kota Rudi menekan Peraturan Walikota (Perwako) No 49 Tahun 2020.

Namun, sepekan setelah terbitnya, perwako itu, Rudi memberi isyarat bahwa pihaknya hanya sebatas memberikan sanksi teguran, dan hukum sosial.

Sedangkan untuk didenda finansial, belum diberlakukan ketat. (*)

Halaman
Penulis: ronnye lodo laleng
Editor: thamzil thahir
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved