KARIMUN TERKINI
Waspada Cuaca Ekstrem di Karimun, Gelombang Tinggi hingga Longsor, Ini Kata BMKG
Kepala Stasiun Meteorologi Raja Haji Abdullah, Raden Eko Sarjono mengatakan, kondisi ini terjadi karena Indonesia sedang memasuki musim pancaroba
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Kabupaten Karimun mulai sering dilanda cuaca ekstrem.
Hampir setiap hari hujan disertai angin kencang dan petir melanda Pulau Karimun Besar ataupun pulau lainnya.
Kepala Stasiun Meteorologi Raja Haji Abdullah, Raden Eko Sarjono yang dikonfirmasi mengatakan, kondisi ini terjadi karena Indonesia sedang memasuki musim pancaroba.
Kemudian suhu permukaan laut wilayah Indonesia menghangat.
Hal tersebut menyebabkan pembentukan awan-awan konvektif menjadi semakin signifikan.
• Cuaca Batam Hari Ini, BMKG Prediksi Berawan Hingga Hujan Ringan
• Peringatan Dini BMKG, Hujan Deras Disertai Petir Melanda Kepri, Termasuk Batam
Penyebab lainnya, karena adanya gelombang rossby.
"Secara umum di Indonesia pada Oktober dan November ini masa peralihan pancaroba. Ini ditandai dengan cuaca ekstrem. Di Kepri dan Karimun khususnya ditandai hujan yang lebat dan angin kencang," kata Eko, Kamis (1/10/2020).
Eko menyampaikan, karena terjadinya angin kencang maka berpengaruh kepada timbulnya gelombang laut yang tinggi.
Tinggi gelombang laut Karimun biasanya masih termasuk ke dalam kategori rendah, yakni berkisar 0,3 hingga 1 meter.
Meski begitu, Eko mengimbau agar pengguna transportasi laut lebih waspada.
"Tapi kalau cuaca buruk, bisa antara 1,2 sampai 1,5 meter. Gelombang segitu akan sangat terasa sekali bagi kapal-kapal kecil," ujar Eko.
Bukan hanya untuk di laut, Eko juga mengingatkan agar masyarakat yang tinggal di kawasan lereng bukit untuk berhati-hati.
"Karena banyak yang gundul dan tidak ada pohon-pohon besar jadi riskan longsor," pesannya.
Selain itu daerah pinggiran laut juga akan terkena banjir rob akibat tingginya air pasang.
(tribunbatam.id/Elhadif Putra)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/30-12-2019-peringatan-dini-bmkg-cuaca-ekstrem-di-malam-tahun-baru.jpg)