PILKADA BINTAN

PILKADA BINTAN - Buralimar Akui Pilkada Bintan Rawan, Ini Penyebab Utamanya

Pemilihan Bupati (Pilbub) Bintan termasuk paling rawan konflik dari beberapa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kepulauan Riau (Kepri).

Penulis: Thom Limahekin |
TRIBUNBATAM.id/Thomm Limahekin
PJS BINTAN - Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bintan, Buralimar didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Bintan, Aupa Samake berkunjung ke Kantor Tribun Batam di Jalan Kerapu, Kompeks MCP Industrial, Kecamatan Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (2/10) sore. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM – Pemilihan Bupati (Pilbub) Bintan termasuk paling rawan konflik dari beberapa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Kepulauan Riau (Kepri).

Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bintan, Buralimar sendiri bahkan mengakui kondisi tersebut ketika berkunjung di Kanto Tribun Batam, Kompleks MCP Industrial, Jalan Kerapu, Batu Ampar, Kota Batam, Jumat (2/10) sore.

“Memang benar, Pilkada Bintan termasuk paling rawan di Kepri. Saya pun mengakui itu,” kata Buralimar dalam bincang-bincang dengan beberapa petinggi Tribun Batam.

Hadir dalam bincang-bincang itu, Pemimpin Perusahaan Tribun Batam, Danang Purwoko Raharjo; Pemimpin Redaksi Tribun Batam, Thamzil Thahir dan Manajer Produksi Tribun Batam Alfian Zainal.

Sedangkan Buralimar didampingi oleh Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Kabupaten Bintan, Aupa Samake.

Kerawan Pilkada Bintan antara terlihat dari pecahnya Bupati Bintan, Apri Sujadi dan Wakil Bupati Bintan Dalmasri Syam. Apri dan Dalmasri yang berduet selama lima tahun terakhir, mimilih untuk maju sendiri-sendiri pada Pilkada Bintan kali ini.

10 Anak Daerah Tanjungpinang Dapat Beasiswa Kuliah di Politeknik Bintan Cakrawala

Tidak hanya itu, kedua kontestan calon bupati sama-sama merupakan petahana dari dua kabupaten di Kepri. Apri Sujadi adalah petahana di Kabupaten Bintan. Sedangkan Alias Wello merupakan petahana yang meninggalkan Kabupaten Lingga untuk berlaga di Bintan.

“Mereka berdua pasti benar-benar mau fight di Bintan,” ungkap Tamzil.

Bertolak dari potensi konflik tersebut, Buralimar sudah mengambil langkah-langkah antisipasi. Satu langkah yang sudah ditempuhnya adalah menemui Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkominda) Kabupaten Bintan.

Dia misalnya mengakui sudah berkoordinasi dengan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bintan, Komandan Distrik Militer (Kodim) 0315 Bintan dan Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan beberapa waktu lalu.

“Tapi saya sendiri belum bertemu dengan semua pasangan calon. Nanti dalam perjalanan waktu saya pasti berjumpa,” terang Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri itu.

Selain koordinasi dengan Forkominda, Buralimar juga sudah bertemu dengan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bintan. Sebab, dia meyakini pendekatan tokoh agama dan tokoh masyarakat cukup efektif untuk meredam konflik terkait Pilkada Bintan.

“Kami juga akan masuk melalui masjid-masjid. Kiranya imbauan dari masjid untuk Pilkada Sehat bisa lebih didengarkan oleh masyarakat,” yakin Ketua Tim Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Kepri-Batam ini.

Pekan Depan Perbub Diterapkan

MISI untuk menyelenggarakan Pilkada Sehat di Kabupaten Bintan menjadi fokus perhatian Pejabat Sementara (Pjs) Bupati Bintan, Buralimar. Dia memastikan akan memberlakukan Peraturan Bupati (Perbub) Bintan terkait pemberlakuan protokol kesehatan Covid-19 beserta denda dan sanksi tegas.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved