Breaking News:

Ini 8 Fase Normal Sosial PascaCorona di Singapura HIngga Jelang Tahun Baru 2021

Pemerintah Indonesia segera membuka kembali layanan loket khusus visa elektronik di Batam dan Jakarta, mulai Kamis (15/10/2020).

Tribun_Batam
Perbandingan_Covid-19_Indonesia_Singapura, 3 Oktober 2020 

TRIBUN BATAM.ID,  BATAM — Sejak pemberlakuan lockdown atau circuit breakers, 7 April 2020 lalu, kehidupan ekonomi di Batam, juga terimbas parah. 

Negara kota yang mengandalkan jasa dan wisata itu, bahkan sudah mengumumkan resesi ekonomi karena tak adanya pendatang.

Namun, kabar baik dari dampak COVID-19 itupun akhirnya datang.

Pemerintah Indonesia segera membuka kembali layanan loket khusus visa elektronik di Batam dan Jakarta, mulai Kamis (15/10/2020).

Dari 270 Pilkada Serentak 2020 di Indonesia, Laga Paling Unik Ada di Perbatasan Singapura-Malaysia

Selama Batam Masuki New Normal, Konsumsi BBM Meningkat

BESOK Kehidupan di Singapura Mulai Normal, Warganya Sudah Bisa ke Indonesia

Menteri Hukum dan HAM Yassona Laloy, akhir pekan ini mengungkapkan, pembukaan layanan paspor dan visa kunjungan ini sebagai upaya melobi Singapura agar akses kunjungan terbatas bagi warga Indonesia kembali dibuka.

Kebijakan pembukaan ini terungkap saat jumlah kasus aktif di Corona Virus Disease 2019 di Indonesia, masih bertambah 4.007 kasus per 3 Oktober kemarin.

Sementara di Singapura, kasus baru hanya tercatat 6 pasien, dan itupun kasus  dari luar Singapura. 

Di Indonesia, kini ada 299.506 total kasus, 63 ribu dirawat dengan 11.055 warga yang meninggal dunia karena pandemi ini. Sedangkan di Singpura, tercatat ada 57,800 kasus. 

Jika dibandingkan rasio per 1 juta penduduk, maka jumlah kasus di SIngapura 8 kali lebih banyak dibanding di Tanah Air. 

Sejauh ini, pihak Singapura belum memberi pernyataan tegas soal langkah resmi pemerintah Indonesia ini.

Sejak pekan lalu, Jasa dan perkantoran, pusat bisnis, dan perdagangan dan transportasi terhenti.

Namun, akhir September lalu, kunjungan terbatas luar negeri, bagi kalangan eksekutif  termasuk ke Indonesia, mulai diperbolehkan.

Di Singapura, skema kemudahan perjalanan luar negeri ini masih mewajibkan para traveler, untuk mengikuti ketentuan stay home notice (SHN) dan isolasi mandiri, hingga hasil tes lanjutan dilansir kembali.

Berikut ini, 8 fase normal sosial si Singapura hIngga Desember 2020.

  • Selasa 7 April 2020: Singapura umumkan lockdown atau circuit breakers pada 7 April 2020 lalu.
  • Rabu (24/9/2020): Menteri Kesehatan Singapura Gan Kim Yong, Menteri Tenaga Kerja umumkan sebagian wargan mulai bisa kembali bekerja di kantor, perjalanan luar negeri dan regional, termasuk acara resepsi pernikahan.
  • Senin (28/9/2020): Eksekutif Singapura mulai bisa bepergian ke sejumlah negara termasuk Indonesia. Aktivitas perkantoran di pusat kota mulai dibuka terbatas untuk karyawan
  • Rabu (30/9/2020): Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) umumkan pembukaan aktivitas ibadah terbatas
  • Sabtu 3 Oktober 2020: Warganya mulai bisa gelar resepsi pernikahan, ritual keagamaan dan acara sosial lain dalam skala terbatas.
  • Rabu (7/10/2020): Pemerintah izinkan kembali  membuka 16 masjid untuk salat jamaah untuk daya tampung 50 hingga 100 jamaah. Demikian halnya gereja dan rumah ibadah lain. Sejak Juli kementerian budaya, komunitas, dan pemuda, hanya mengizinkan 4 masjid menggelar solat jamaah.
  • Jumat 16 Oktober 2020: Pembukaan bertahap bertambah menjadi 64 unit masjid. pemerintah dan Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) mengumumkan solat Jumat bisa digelar 3 gelombang (shift).
  • Akhir Oktober 2020: Menteri Pendidikan Lawrence Wong fase akhir pembahasan aturan pembukaan lembaga pendidikan.
  • Desember 2020: Sebelum perayaan Tahun Baru 2021, diperkirakan kehidupoan beranjak normal.
Penulis: Alamudin Hamapu
Editor: thamzil thahir
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved