Rabu, 27 Mei 2026

BATAM TERKINI

Buruh di Batam Mogok Kerja 6-8 Oktober 2020, Anggota DPRD Ingatkan Protokol Kesehatan

Buruh, termasuk di Batam, berencana menggelar aksi mogok kerja pada tanggal 6 Oktober sampai 8 Oktober 2020.

Tayang:
TRIBUNBATAM.id/REBEKHA ASHARI DIANA
Sejumlah buruh menggelar demo menolak omnibus law di Batam, Selasa (25/8/2020). 

Suprapto mengatakan Garda Metal FSPMI juga akan menggelar mogok kerja dari tanggal 6 Oktober sampai dengan 8 Oktober untuk penolakan RUU Omnibus law.

Berbeda dengan KPBI, Garda Metal FSPMI ini nantinya dikatakan Suprapto akan melakukan mogok di pabrik pabrik tempat para anggota Garda Metal FSPMI bekerja.

"Intruksi dari pusat sudah ada , kami sudah mempersiapkan seluruh izin dan surat-surat untuk mogok kerja massal terkait aksi kami nanti.

Kami tidak menggelar aksi di instansi pemerintah tetapi di melakukan mogok di masing masing PT tempat anggota bekerja. Kesiapan kami sudah 90% untuk aksi nanti," ujarnya.

Tanggapan Pengusaha Soal Aksi Mogok Kerja Nasional

Rencana mogok kerja nasional jelang pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Cipta Kerja mendapat respon dari Himpunan Kawasan Industri (HKI) Provinsi Kepri.

Ketua Koordinator Wilayah (Korwil) HKI Kepri, OK Simatupang meminta agar para buruh dapat menahan diri untuk tidak melakukan mogok.

Apalagi aksi tersebut akan digelar di tengah pandemi Covid-19.

"Perusahaan masih beroperasi saja rasanya patut kita syukuri. Coba lihat beberapa perusahaan besar terus memangkas jumlah karyawannya dan ada juga yang melakukan PHK besar-besaran," tegas OK Simatupang kepada TribunBatam.id, Kamis (1/10/2020).

 

Aksi mogok kerja pun, menurutnya akan memberikan dampak terhadap iklim investasi di Provinsi Kepri, khususnya di Kota Batam.

Di tengah pandemi Covid-19, OK Simatupang mengatakan, para buruh seharusnya ikut berjuang untuk meningkatkan kepercayaan para investor.

Jika aksi ini tetap dilakukan, lanjut dia, bukan tak mungkin akan membuat investor dari luar negeri merasa khawatir untuk berinvestasi.

Saat hal ini terjadi, OK Simatupang mengatakan, negara lain pun akan memanfaatkannya untuk menarik para investor.

"Kita butuh iklim investasi yang aman, nyaman, dan konsisten dalam upaya menarik investasi baru maupun investasi yang akan melakukan perluasan.

Negara kita juga terus berjuang bagaimana iklim investasi terus ditingkatkan. Kalau mogok terus-terusan, siapa yang mau datang untuk investasi ke Batam?

Yang ada saja gerah, apalagi yang baru. Belum lagi dimanfaatkan oleh negara pesaing kita supaya investor melakukan investasi ke negara mereka. Lalu yang rugi siapa?" ungkap OK Simatupang.

Dia juga meminta agar para buruh tetap menjaga kesehatan mereka di tengah pandemi Covid-19 saat ini.

Selain harus menerapkan protokol kesehatan, dia mengatakan, para buruh juga harus bergotong royong agar mata rantai Covid-19 dapat diminimalisir.

"Khawatir ada klaster baru," tutup dia.(Tribunbatam.id/Alamudin)

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved