Breaking News
Minggu, 19 April 2026

Tuai Kemarahan Publik, PM Boris Johnson Peringatkan Soal Covid-19 Selama Musim Dingin di Inggris

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengatakan dia menerima kemarahan publik dengan penanganannya terhadap pandemi Covid-19.

EPA/Guardian
COVID-19 - Johnson memperingatkan warga Inggris tentang 'musim dingin yang sulit' dalam pertempuran Covid-19. 

Peluncuran massal vaksin Covid-19 di Inggris dapat diselesaikan dalam waktu tiga bulan, lapor Times, mengutip para ilmuwan pemerintah.

Ilmuwan yang mengerjakan vaksin Oxford berharap regulator menyetujuinya sebelum awal 2021, kata surat kabar itu.

Program imunisasi Covid-19 lengkap, yang akan mengecualikan anak-anak, bisa lebih cepat dari yang diperkirakan para ahli, kata Times.

Sekalian menambahkan bahwa pejabat kesehatan memperkirakan bahwa setiap orang dewasa dapat menerima satu dosis vaksin dalam enam bulan.

European Medicines Agency (EMA) mengatakan pada Kamis (1/10) pihaknya telah mulai meninjau data tentang potensi vaksin Covid-19 dari AstraZeneca dan Universitas Oxford secara real time.

Langkah pertama yang bertujuan untuk mempercepat proses persetujuan di wilayah tersebut untuk vaksin.

Berita tinjauan Eropa juga meningkatkan kemungkinan vaksin Inggris, yang dipandang memimpin perlombaan untuk vaksin yang berhasil melawan Covid-19.

Menjadi yang pertama disetujui di Eropa untuk penyakit yang disebabkan oleh virus Corona baru yang telah membunuh lebih banyak, dari satu juta orang di seluruh dunia.

Laporan Times menambahkan bahwa rencana yang sedang dipertimbangkan oleh pemerintah termasuk mengizinkan kelompok yang lebih luas dari staf perawatan kesehatan untuk mengelola vaksin, mendirikan pusat vaksinasi drive-through, dan merekrut bantuan angkatan bersenjata.

Inggris Hadapi Lonjakan Covid-19, PM Boris Johnson Salahkan Publik Karena 'Berpuas Diri'

Perdana Menteri Boris Johnson mengatakan orang-orang di Inggris menjadi "terlena" tentang aturan jarak sosial dalam beberapa bulan terakhir.

Sementara itu, penasihat ilmiahnya sendiri memperingatkan bahwa masih "sangat mungkin" epidemi virus Corona tumbuh secara eksponensial di seluruh negeri.

Dalam sebuah wawancara dengan BBC, Johnson menyalahkan meningkatnya kasus-kasus pada "pelanggaran disiplin masyarakat" selama musim panas dan mengatakan aturan tidak dipatuhi atau ditegakkan dengan benar.

"Kami datang bersama sebagai sebuah negara, kami menurunkan angkanya dan saya khawatir beberapa ingatan telah memudar," kata Johnson.

Komentarnya akan mengobarkan perdebatan tentang pemberlakuan pembatasan oleh pemerintah untuk mengendalikan pandemi.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved