Senin, 27 April 2026

Dikira Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Karyawan Konter HP Ini Jadi Korban Pemukulan Polisi

Namun, karena dikira demonstran yang melakukan aksi di Gedung DPRD Lampung, Asep Nasrullah jadi korban pemukulan oleh polisi, Rabu (7/10/2020)

|
Editor: Mairi Nandarson
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra I
Ilustrasi - Ribuan massa aksi tolak pengesahan UU Cipta Kerja di Bandar Lampung, melakukan pembakaran diduga motor polisi setelah pergi meninggalkan gedung DPRD Lampung, Rabu (7/10/2020). 

TRIBUNBATAM.id, LAMPUNG - Asep Nasrullah, seorang warga Way Jernih, Sukarame, Telukbetung, Lampung menjadi sasaran amuk petugas kepolisian saat bentrok dengan peserta aksi demo menolak UU Cipta Kerja di DPRD Lampung.

Asep yang bekerja sebagai karyawan konter handphone itu, berada di lokasi tersebut bukan sebagai peserta aksi.

Asep berada di kawasan DPRD Lampung karena janjian dengan konsumen untuk transaksi COD ( cash on delivery ) pembelian satu unit ponsel.

Namun, karena dikira demonstran yang melakukan aksi di Gedung DPRD Lampung, Asep Nasrullah jadi korban pemukulan oleh polisi, Rabu (7/10/2020).

Diketahui, Asep merupakan warga Way Jernih, Sukarame, Telukbetung.

Polisi Amankan 5.918 Demonstran Terkait Ricuh Aksi Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja

Asep bercerita hari itu sekitar jam 20.00 WIB dia berada di Jalan Wolter Moingisidi sedang menunggu pembeli ponsel.

Saat itu ia tidak tahu jika polisi sedang mencari perusuh di demo mahasiswa di depan gedung DRPD Lampung.

Tiba-tiba banyak orang yang datang dan masuk ke dalam sebuh minimarket.

Karena panik, ia pun ikut masuk ke dalam minimarket tersebut.

"Saya lagi janjian mau COD (cash on delivery) jual beli HP, tiba-tiba ada banyak orang masuk ke dalam (minimarket), ya saya ikut masuk," kata Asep saat ditemui di rumahnya, Kamis (8/10/2020) malam.

Pangdam Jaya Tak Ingin TNI Dicap Cari Muka, Bantah Berikan Tameng ke Mahasiswa Demo UU Cipta Kerja

Tak lama kemudian datang beberapa anggota kepolisian yang berpakaian pelindung lengkap.

Mereka kemudian meminta semua orang di dalam minimarket keluar.

Saat Asep keluar, aparat langsung menuduhnya sebagai demonstran yang rusuh dan memukulinya dengan tameng serta pentungan.

Walaupun ia sudah mengatakan tidak ikut demo, aparat tetap memukulinya.

"Pas keluar (saya) langsung dipukul. Saya sempat bilang nggak ikut demo, tapi masih ada yang mukul," kata Asep.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved