Breaking News:

Polisi Amankan 5.918 Demonstran Terkait Ricuh Aksi Unjuk Rasa Menolak UU Cipta Kerja

Total sebanyak 5.918 demonstran berhasil diamankan pihak kepolisian terkait aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh.

Editor: Danang Setiawan
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Aparat Kepolisian bersitegang dengan pendemo di kawasan Harmoni, Jakarta, Kamis (8/10/2020). Dalam aksi yang berakhir ricuh itu, polisi berhasil mengamankan 5.918 demonstran yang diduga sebagai provokator atau aksi perusakan fasilitas umum. 

Editor Danang Setiawan

TRIBUNBATAM.id - Total sebanyak 5.918 demonstran berhasil diamankan pihak kepolisian terkait aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja yang berakhir ricuh.

Jumlah tersebut merupakan jumlah orang yang diduga bertindak anarkis di seluruh Indonesia.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Argo Yuwono.

"Dalam aksi unjuk rasa yang berujung anarkis, Polri menangkap 5.918 orang," kata Irjen (Pol) Argo Yuwono melalui keterangan pers, Sabtu (10/10/2020).

Meski demikian, tidak seluruhnya ditetapkan sebagai tersangka.

"Sementara, 153 orang masih dalam proses pemeriksaan, 87 orang sudah dilakukan penahanan," kata Argo, dikutip dari Kompas.com.

Argo mengatakan, hanya 240 orang yang statusnya ditingkatkan ke tahap penyidikan alias ditetapkan sebagai tersangka.

Kekerasan yang Dilakukan Sejumlah Aparat Bentuk Kegagalan Polri Jalankan Tugas Secara Profesional

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020).
Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Argo Yuwono di kantor Kompolnas, Jakarta Selatan, Jumat (24/1/2020). (KOMPAS.com/Devina Halim)

Argo mengungkapkan, penegakan hukum terhadap para perusuh merupakan bagian dari menjaga wibawa negara.

Sekaligus juga memelihara ketertiban dan keamanan masyarakat.

"Negara tidak boleh kalah oleh premanisme dan intoleran," kata Argo.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved