Taliban Dukung Donald Trump Kembali Pimpin Amerika: Dia Konyol Untuk Dunia, Tapi Waras dan Adil
Taliban mengungkapkan alasannya mendukung Trump adalah terkait dengan upaya pemerintahannya yang sedang berlangsung, untuk menarik 5.000 tentara milit
Trump memuji pembunuhan militan ISIS tahun lalu sebagai upaya yang lebih mengesankan daripada upaya mantan presiden Barack Obama, yang menyebabkan kematian pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden pada Mei 2011.
Laporan intelijen AS yang dirilis pada Juni mengungkapkan, Rusia menawarkan hadiah kepada militan yang terkait dengan Taliban, sebagai imbalan untuk membunuh pasukan koalisi di Afghanistan.
Laporan tentang target pemberian hadiah oleh Rusia, menghentikan kemajuan dalam pembicaraan penarikan tentara AS di Afghanistan.
Sehingga, pengumuman penarikan pasukan Afghanistan oleh Trump adalah kejutan, dengan para pejabat militer menggambarkan rencana itu sebagai "konyol", menurut laporan Associated Press pada Sabtu.
"Ini bulan Oktober, jadi tidak, ini konyol. Itu tidak mungkin terjadi," kata Jason Dempsey, mantan perwira infanteri yang bertugas di Afghanistan, dalam wawancara dengan Associated Press pada Kamis.
"Kami bisa membuat pertunjukan dangkal menarik pasukan berseragam, tapi jelas kami masih memiliki kehadiran kontraktor yang sangat besar, dan kami akan membutuhkan markas berseragam untuk mengawasi penutupan dan penarikan semua yang kami miliki di negara ini," terang Dempsey.
Direktur Pusat Studi Kelompok Bersenjata ODI, Ashley Jackson mengatakan bahwa tidak mengherankan, jika Taliban menyambut baik pengumuman Trump bahwa dia akan membawa pasukan pulang sebelum Natal.
"Mereka (Taliban) menghabiskan 19 tahun berjuang untuk ini," kata Jackson dalam sebuah wawancara dengan surat kabar The Guardian Kamis.
Kampanye Trump menanggapi dukungan Taliban atas upaya pemilihannya kembali, dalam pernyataan pada Sabtu, yang mengatakan presiden akan selalu melindungi kepentingan Amerika "dengan cara apa pun yang diperlukan."
Pejabat Taliban yang berbicara dengan CBS News menambahkan komentar tentang bagaimana mereka awalnya khawatir dengan kesejahteraan Trump setelah infeksi virus corona pekan lalu.
"Ketika kami mendengar tentang Trump positif Covid-19, kami mengkhawatirkan kesehatannya, tetapi tampaknya dia semakin membaik," tambah pemimpin senior Taliban lainnya selama wawancara telepon tersebut.
Ia menyoroti diagnosis presiden bersama beberapa staf Gedung Putih lainnya dalam beberapa pekan terakhir ini.
Newsweek menghubungi Gedung Putih untuk mendapatkan reaksi tambahan atas dukungan Taliban pada Sabtu sore, tapi belum ada respons.
Taliban menyatakan app itu adalah usahanya mencapai dunia dengan menggunakan teknologi canggih.(BBC)
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Dukung Trump Terpilih Lagi, Taliban: Dia Konyol untuk Seluruh Dunia, tapi Waras dan Adil untuk Kami"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1122403bbc-taliban780x390.jpg)