Kamis, 23 April 2026

Taliban Dukung Donald Trump Kembali Pimpin Amerika: Dia Konyol Untuk Dunia, Tapi Waras dan Adil

Taliban mengungkapkan alasannya mendukung Trump adalah terkait dengan upaya pemerintahannya yang sedang berlangsung, untuk menarik 5.000 tentara milit

Editor: Eko Setiawan
(BBC)
Taliban menyatakan app itu adalah usahanya mencapai dunia dengan menggunakan teknologi canggih. 

TRIBUNBATAM.id |KABUL - Tokoh Kontraversi Donald Trum mendapat dukungan maju kembali menjadi Presiden Amerika Serikat.

Dukungan tersebut datang dari Taliban. Hal ini dikarenakan, Jika Trump Menang, tentara amerika akan ditarik dari Afganistan.

Taliban menawarkan dukungannya untuk kampanye pemilihan kembali Presiden Donald Trump pada Sabtu (10/10/2020), dengan kelompok fundamentalis Islam mengungkapkan harapannya untuk Trump akan menarik semua pasukan AS keluar dari Afghanistan.

Bukan dari Sekretaris Kepresidenan, Donald Trump Beberkan Awal Mula Terpapar Covid-19

Tajir dari Lahir, Inilah Sosok Anak Tertua Donald Trump, Kembangkan Properti Internasional

Juru bicara Taliban Afghanistan garis keras, Zabihullah Mujahid, mengatakan kepada CBS News melalui telepon pada hari yang sama, bahwa para pemimpin senior kelompok itu senang mengetahui Trump telah pulih dari diagnosis Covid-19.

Melansir Newsweek pada Sabtu, pimpinan Taliban mengatakan, mereka "berharap" Trump memenangkan pemilihan presiden AS pada 3 November mendatang, melawan mantan Wakil Presiden, Joe Biden.

Taliban mengungkapkan alasannya mendukung Trump adalah terkait dengan upaya pemerintahannya yang sedang berlangsung, untuk menarik 5.000 tentara militer yang tersisa dari Afghanistan, setelah 19 tahun pertempuran di Timur Tengah, yang merupakan perang terpanjang Amerika dalam sejarah.

"Kami berharap dia akan memenangkan pemilihan dan mengakhiri kehadiran militer AS di Afghanistan," kata Mujahid kepada CBS News dalam wawancara telepon.

Mujahid mengutip pernyataan pemerintah Gedung Putih pada Kamis yang mengumumkan bahwa, "pasukan kami di Afghanistan akan pulang pada akhir tahun ini."

"Trump mungkin (orang) konyol untuk seluruh dunia, tapi dia waras dan orang bijak untuk Taliban," tambah seorang pemimpin senior kedua Taliban.

Pada bulan lalu, Menteri Luar Negeri Mike Pompeo mengatakan, militer AS berada di jalur yang tepat untuk menarik semua pasukan dari Afghanistan pada musim semi 2021.

Namun, dalam pengumuman mengejutkan yang dibuat di Twitter pada Kamis, Trump mengubah jadwalnya lebih dekat, mengatakan pasukan harus keluar pada Natal tahun ini.

Beberapa pejabat militer meragukan tenggat waktu itu, menggambarkannya sebagai janji politik pra-pemilihan yang membahayakan negosiasi yang sudah sulit dengan Taliban dan pemerintah Afghanistan.

"Saya telah membawa mereka pulang, kami mengurangi 4.000 perjalanan di Afghanistan dan saya akan membawa mereka pulang pada akhir tahun, mereka akan pulang saat kita berbicara," kata Trump kepada Fox Business Network pada Kamis.

Ia melanjutkan, "Sembilan belas tahun sudah cukup, mereka (pasukan AS) bertindak sebagai polisi, mereka tidak bertindak sebagai pasukan, kami memiliki pasukan terhebat di dunia."

Dia pun membanggakan dirinya, "Saya menyapu 100 persen kekhalifahan ISIS, saya membunuh (Komandan Pasukan Quds Qasem) Soleimani, Saya membunuh (pemimpin ISIS Abu Bakr) al-Baghdadi."

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved