Terjawab kapan Jalur Singapura-Indonesia Dibuka, Sipkan Persyaratannya
Pemerintah Singapura dan Indonesia sepakat membuka jalur perbatasan akhir Oktober 2020.
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Singapura dan Indonesia sepakat membuka jalur perbatasan akhir Oktober 2020.
Dilansir Channel News Asia Kementerian Luar Negeri Singapura, Senin (12/10/2020) pagi ini, kesepakatan itu mulai berlaku dua pekan kedepan, Senin (26/10/2020).
Kesepakatan yang diistilahkan dengan reciprocal green lane (jalur hijau timbal balik atau RGL) ini, masih bersyarat.
Mereka yang akan melintas batas kedua negara, baik jalur udara dan laut, masih terbatas untuk keperluan bisnis dan pejebat resmi penting antarkedua negara.
Untuk pelintas batas ini, para pelintas batas, pun masih harus mengisi aplikasi formulir yang disediakan kedua otoritas kedua negara, kementerian luar negeri, imigrasi, dan tentunnya mendapat otorisasi kesehatan; bebas Covid-19.
Pelonggaran kebijakan ini menyusul mulai normalnya kehidupan sosial di Singapura, sejak akhir September lalu.
Baca juga: Singapura Catat 10 Kasus Harian Covid-19, Tidak Laporkan Penemuan Infeksi Komunal
Kementerian luar negeri Singapura menyebut pengunjung atau traveler kedua negara harus memenuhi syarat travel corridor arrangement (TCA).
Kebijakan ini sementara hanya berlaku bagi warga negara Singapura dan permanent resident, atau penduduk terdaftar di Singapura.
Para traveler eksekutuf ini harus melampirkan hasil tes SWAB / polymerase chain reaction (PCR). Baik sebelum keberangkatan atau setelah kedatangan.
Itupun institusi yang mengeluarkan rekomendasi SWAB PCR ini harus resmi dan disepakti kedua negara.
Rincian operasional tentang RGL, termasuk persyaratan prosedural, protokol kesehatan, dan proses aplikasi akan diumumkan dalam waktu dekat.
Belum dirinci klinik, rumah sakit, atau institusi mana saja yang berhak mengeluarkan hasil test PCR ini.
Kebiajakan pembukaan jalur terbatas tanggal 26 Oktober mendatang ini, seteleh Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan dan koleganya dari Indonesia, Retno Marsudi, berbicara melalui telepon akhir pekan lalu.
Pembukaan 'jalur Reciprocal Green Lane" ini adalah untuk menguatkan kembali hubungan diplomatik, bisnis, kedua nehara yang sudah terjalin lama.
Sekadar diketahui, akhir Agustus 2020 lalu, kedua menteri luar negeri negara tetangga ini, menggelar pertemuan diplomatik di kawasan Orchad, Singapura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/jamuan-makan-siang-sesama-menteri-luar-negeri.jpg)