Kamis, 21 Mei 2026

TRIBUN WIKI

Wabah Baru di China, Kenali Penyebab dan Gejala Norovirus, Infeksi Puluhan Mahasiswa

Tercatat ada sebanyak 11 kasus mahasiswa di sebuah universitas di Taiyuan, Shanzi, China yang positif terjangkit norovirus ini.

Tayang:
Norovirus
NOROVIRUS - norovirus awalnya disebut sebagai virus Norwalk, di mana wabah ini pertama kali dikonfirmasi pada tahun 1972. FOTO: ILUSTRASI 

Editor: Widi Wahyuning Tyas

TRIBUNBATAM.id - Pandemi global virus corona yang telah menyerang selama 10 bulan hingga kini masih belum usai.

Virus asal Wuhan, Tiongkok ini kini telah mewabah di 216 negara dengan lebih dari 38 juta kasus.

Di tengah situasi ini, satu wabah baru lagi-lagi muncul di China.

Wabah itu bernama norovirus.

Tercatat ada sebanyak 11 kasus mahasiswa di sebuah universitas di Taiyuan, Shanzi, China yang positif terjangkit virus ini.

Berdasarkan pemberitaan Kompas.com, (12/10/2020), sekitar 70 mahasiswa mengalami diare dan muntah-muntah.

Kemudian, Departemen Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di Taiyuan mengambil sampel 28 kasus mahasiswa tersebut untuk melakukan tes norovirus pada Rabu dan Sabtu (10/10/2020).

Hingga Minggu (11/10/2020), sebanyak 22 pasien yang mengalami diare dan muntah-muntah akibat virus ini maupun faktor lainnya, masih dirawat di rumah sakit.

Lantas, apa itu norovirus? Apa saja penyebab gejalanya?

Baca juga: China Kembali Jadi Sorotan, Gara-gara Virus Baru Norovirus Menginfeksi Sejumlah Mahasiswa

Sekilas norovirus

Melansir WebMD, norovirus awalnya disebut sebagai virus Norwalk, di mana wabah ini pertama kali dikonfirmasi pada tahun 1972.

Norovirus dianggap sebagai penyebab paling umum dari gastroenteritis akut (penyakit diare dan muntah) di seluruh dunia.

Virus ini menyebar dengan mudah melalui makanan dan minuman dan dapat berdampak besar pada kesehatan masyarakat.

Menurut Pusat Pengendalidan dan Pencegahan Penyakit (CDC) di AS, rata-rata norovirus menyebabkan 19 juta sampai 21 juta kasus di AS per tahun.

Meski begitu, kasus infeksi norovirus umumnya terjadi pada musim dingin.

Karena itu, orang-orang juga menyebutnya "infeksi muntah musim dingin".

Diketahui, virus ini dapat ditularkan hingga 8 minggu.

Artinya, ada kemungkinan seseorang dapat menularkannya kepada orang lain.

Namun, biasanya infeksi ini semakin berkurang seiring waktu.

Dalam kebanyakan kasus, seseorang dapat kembali bekerja atau melakukan aktivitas setelah bebas dari gejala selama 48 jam.

Tetapi, bagi mereka yang bekerja sebagai pelayan makanan umumnya didorong untuk karantina selama 72 jam sebelum melayani pelanggan kembali.

Baca juga: Virus Corona Serang Rumah Tahanan di Batam, Tambah 40 Kasus Covid-19 Baru

Penyebab

Norovirus sangat mudah menular melalui kotoran manusia dan hewan yang terinfeksi.

Selain itu, penyebab lain dapat melalui:

- Makan makanan yang terkontaminasi

- Minum air yang terkontaminasi

- Menyentuh tangan ke mulut setelah tangan Anda menyentuh permukaan atau benda yang terkontaminasi

- Melakukan kontak dekat dengan orang yang mengalami infeksi norovirus

Meski begitu, norovirus sulit untuk dimusnahkan karena mereka dapat menahan suhu panas dan dingin serta sebagian besar desinfektan.

Baca juga: Muncul Novovirus, Virus Baru di Cina, 70 Mahasiswa Muntah-muntah dan Dinyatakan Positif

Faktor risiko

Selain itu, ada juga sejumlah faktor berisiko yang memungkinkan kita tertular norovirus, yakni:

-Makan di tempat di mana makanan tidak ditangani dengan benar

-Mengunjungi pusat penitipan anak

-Tinggal di tempat yang dekat, seperti di panti jompo

-Tinggal di hotel, resor, kapal pesiar, atau tempat dengan banyak orang dalam jarak dekat

-Melakukan kontak dengan seseorang yang mengalami infeksi norovirus.

Baca juga: Tengah Dikembangkan, Inilah 7 Kandidat Vaksin Virus Corona, Bagaimana Kerjanya?

Gejala

Dilansir dari MayoClinic, disebutkan ada sejumlah gejala yang dialami penderita norovirus, antara lain:

- Mual

- Muntah

- Sakit perut atau kram

- Diare encer

- Merasa tidak enak badan

- Demam ringan

- Nyeri otot

Gejala ini biasanya muncul mulai 12-48 jam setelah seseorang terpapar norovirus dan berlangsung 1-3 hari kemudian.

Adapun seorang penderitanya dapat terus buang air besar (BAB) yang berlangsung hingga dua minggu setelah pemulihan.

Aktivitas BAB berlebih ini dapat berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan jika penderitanya memiliki komorbid atau penyakit yang mendasarinya.

Diketahui, beberapa penderita infeksi norovirus tidak menunjukkan gejala.

Namun, mereka tetap menularkan dan menyebarkan virus kepada orang lain.

Baca juga: Berada Diurutan Kedua setelah AS, Kasus Virus Corona di India terus Melonjak, Lampaui Angka 7 Juta

Komplikasi

Bagi kebanyakan orang, infeksi norovirus biasanya hilang dalam beberapa hari dan tidak mengancam jiwa.

Tetapi, pada beberapa kasus, terutama anak-anak, dan lansia, infeksi norovirus dapat menyebabkan dehidrasi parah.

Adapun gejala seseorang mengalami dehidrasi parah yakni, kelelahan, mulut dan tenggorokan kering, kelesuan, pusing, dan kualitas kencing menurun.

Pencegahan

Infeksi norovirus sangat menular, dan siapa saja dapat terinfeksi lebih dari sekali.

Oleh karena itu, untuk membantu mencegah penyebarannya dapat dilakukan tindakan sebagai berikut:

- Cuci tangan sampai bersih dengan sabun dan air, terutama setelah menggunakan toilet atau mengganti popok.

- Hindari makanan dan air yang terkontaminasi, termasuk makanan yang mungkin telah disiapkan oleh seseorang yang sedang sakit.

- Cuci buah dan sayuran sebelum makan.

- Masak seafood sampai bersih.

Baca juga: Benarkah Virus Corona Picu Kemandulan? Peneliti Sebut Infeksi Covid-19 Pengaruhi Kesuburan Pria

- Buang muntahan dan kotoran secara hati-hati untuk menghindari penyebaran norovirus melalui udara.

- Rendam bahan dengan handuk sekali pakai, sesedikit mungkin ganggu, dan masukkan ke dalam kantong plastik sekali pakai.

- Desinfeksi permukaan yang mungkin telah terkontaminasi.

- Gunakan larutan pemutih klorin dan kenakan sarung tangan.

- Tetap di rumah dari pekerjaan, terutama jika pekerjaan Anda melibatkan penanganan makanan.

- Anda mungkin tertular selama tiga hari setelah gejala Anda berakhir

- . Anak-anak harus tinggal di rumah dari sekolah atau penitipan anak.

- Hindari bepergian sampai tanda dan gejala Anda hilang.

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Apa Itu Norovirus, Penyebab Wabah Diare yang Menyerang Warga di China?".

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved