Kamis, 7 Mei 2026

PENANGANAN COVID

PT Infineon Technologies Batam Berjuang Lawan Corona, Sempat Tutup Dua Hari Akibat Covid-19

Kini 88 karyawan PT Infineon Technologies Batam yang sembuh dari Covid-19 kembali bekerja seperti biasa.

Tayang:
Trbun Batam/Argianto DA Nugroho
Sejumlah pekerja keluar dari area PT Infineon yang berada di Kawasan Industri Batamindo, Mukakuning, Batam, Selasa (22/9). Puluhan pekerja perusahaan ini positif Covid-19 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TRIBUNBATAM.id, BATAM - PT Infineon Technologies Batam sempat berhenti beroperasi selama dua hari berturut-turut.

Itu setelah 88 karyawannya positif Covid-19.

Perusahaan yang terletak di kawasan Batamindo, Mukakuning ini diketahui sempat tutup pada tanggal 19 hingga 20 September 2020 lalu.

Kini, 88 karyawan itu berhasil sembuh dari Corona. Mereka kini sudah bekerja seperti biasanya.

"Dampaknya juga berupa tekanan dari masyarakat dan lainnya. Kalau untuk produktivitas, saya tak ingin mengukur kerugiannya. Yang jelas kami sempat tutup dua hari," ungkap perwakilan manajemen PT Infineon Technologies Batam, Abu saat dihubungi TribunBatam.id, Rabu (14/10/2020).

Selama kekosongan itu, kata Abu, pihaknya pun menggelar rapid test massal terhadap karyawan dan menyemprotkan disinfektan ke hampir seluruh area penting. Termasuk di tempat-tempat umum seperti toilet dan lain sebagainya.

Dia mengakui, sembuhnya para karyawan menjadi modal penting untuk kembali bangkit di tengah pandemi Covid-19 yang tak kunjung usai.

"Hingga saat ini untuk di kantor masih diberlakukan work from home. Saya berharap vaksin segera ditemukan dan iklim investasi tak terganggu serta kembali bangkit," ucapnya.

PT Infineon Technologies Batam Bentuk Tim Khusus

Sebanyak 88 karyawan PT Infineon Technologies Batam akhirnya sembuh dari Covid-19.

Setelah sembuh, pihak manajemen perusahaan pun memperbolehkan mereka untuk langsung bekerja.

Hal ini seperti penuturan salah seorang perwakilan PT Infineon Technologies Batam bernama Abu.

"Kami memastikan terlebih dahulu kondisi mereka fit untuk bekerja dengan melaksanakan rapid test," tegas Abu kepada Tribun Batam saat dihubungi, Kamis (14/10/2020).

Untuk mencegah kembali terjadinya penularan Covid-19 di perusahaan, Abu mengungkapkan jika pihaknya membentuk sebuah tim khusus.

Tim ini merupakan tim internal PT Infineon Technologies Batam.

"Namanya Tim Manajemen Krisis (Crisis Management Team). Tim ini nantinya yang akan merespon dan bertindak cepat terhadap situasi yang berkembang di perusahaan," ungkap dia lagi.

Baca juga: PT Infineon Technologies Batam Called All Employees Exposed to Covid-19 Are Healed

Baca juga: PT Infineon Technologies Batam Sebut Seluruh Karyawan Terpapar Covid-19 Sudah Sembuh

COVID-19 - Suasana PT Infineon Technologies Batam. Perusahaan yang terletak di kawasan Batamindo ini sempat disorot setelah banyak pekerjanya yang terpapar Covid-19. Kini, para pekerja tersebut telah sembuh usai mendapat perawatan.
COVID-19 - Suasana PT Infineon Technologies Batam. Perusahaan yang terletak di kawasan Batamindo ini sempat disorot setelah banyak pekerjanya yang terpapar Covid-19. Kini, para pekerja tersebut telah sembuh usai mendapat perawatan. (TribunBatam.id/Ichwannurfadillah)

Salah satu langkahnya, lanjut dia, dengan bergerak cepat untuk melakukan tracing terhadap kontak erat pasien serta memastikan setiap pekerja mengikuti protokol kesehatan selama beraktivitas.

"Seperti menjaga jarak fisik, memakai masker dengan tepat, dan mencuci tangan. Tak hanya itu saja, tim juga menjalankan berbagai protokol seperti prosedur penanganan kasus suspek, pemeriksanaan suhu tubuh, prosedur izin perjalanan dan pelaksanaan desinfeksi area kerja secara rutin," katanya lagi.

Abu menuturkan, akibat pandemi Covid-19, PT Infineon Technologies Batam pun masih melaksanakan aturan work from home (WFH) untuk beberapa karyawannya.

Rata-rata, aturan WFH diberlakukan untuk karyawan kantor. Untuk para operator, ungkap dia, aturan WFH belum dapat diberlakukan akibat para pekerja bersentuhan langsung dengan proses produksi.

Dia pun mengimbau kepada seluruh karyawan agar dapat bekerja sama mempertahankan pelaksanaan protokol kesehatan di luar aktivitas pekerjaan.

Sebab, penularan Covid-19 terhadap para pekerja yang berhasil sembuh terjadi di luar area perusahaan.

"Kami terus mengevaluasi terhadap penanganan Covid-19 ini. Tapi kami nuga mengajak karyawan untuk mengindari risiko penularan dari luar," ucapnya.

Sebagaimana diketahui, PT Infineon Technologies Batam sempat disorot setelah 88 orang pekerjanya terpapar Covid-19.

Perusahaan ini tercatat sebagai penyumbang terbanyak pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di kawasan industri Mukakuning bersama dengan PT Philips Technologies Batam.

Jika PT Infineon sebanyak 88 orang, pekerja PT. Philips sebanyak 171 orang.

Sementara itu, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 berprofesi sebagai karyawan swasta masih saja bertambah.

Bedanya, para pasien ini bukan termasuk dalam klaster sebelumnya.(TribunBatam.id/Ichwannurfadillah)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved