Breaking News:

Cerita Mantan Panglima TNI Amankan Presiden Jokowi dari Aksi Demo: 400 Paspampres Gak Bisa Melawan

Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menceritakan pengamanan Presiden Jokowi saat aksi demonstrasi terjadi di depan Istana Negara

Editor: Danang Setiawan
WARTA KOTA/ALEX SUBAN
Cerita Mantan Panglima TNI Amankan Presiden Jokowi dari aksi demonstrasi yang terjadi di depan Istana Negara. Foto: Umat Islam melaksanakan salat Jumat saat Aksi Bela Islam III di kawasan silang Monas, Jakarta, Jumat (2/12/2016). 

Editor Danang Setiawan

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo menceritakan pengamanan Presiden Jokowi saat aksi demonstrasi terjadi di depan Istana Negara pada 2016 silam.

Menurut Gatot resiko yang harus dihadapinya dalam menjalankan tugasnya sebagai Panglima TNI pada saat itu yakni mengamankan Presiden Jokowi.

Saat itu Gatot memilih mengenakan peci putih yang merupakan bagian dari tugas yang dijalaninya yakni mengamankan Presiden Jokowi.

Hal itu diungkapkan Gatot saat wawancara dengan Karni Ilyas dalam tayangan bertajuk Karni Ilyas Club - "Manuver Jenderal Gatot" yang tayang perdana di kanal Youtube Karni Ilyas Club pada Jumat (16/10/2020).

"Bagi saya, saya memegang teguh doktrin yang selalu saya terima yaitu asas tujuan. Apabila asas tujuan tercapai, risiko semuanya itu, kalau cuma ke saya sendiri, saya mau dibilang apa. Di 212 pun saya juga dibilangnya orangnya pemerintah. Jadi saya 'tidak disukai keduanya' itu resiko lah. Biasa saja begitu, seperti mau dibilang apa atau apa. Pada saat usia sekarang ini, mau dibilang kadrun, ya Allah tahulah apa yang saya lakukan, itu saja kunci saya, makanya saya santai-santai saja," kata Gatot.

Apa yang dilakukannya ketika itu, kata Gatot, tidak lain untuk menunjukan bahwa meski pada saat itu menjabat sebagai Panglima TNI merupakan aparat, namun di satu sisi ia juga bagian dari dari mereka.

Dengan demikian, kata Gatot, saat itu ia dapat tetap berkomunikasi dengan massa aksi tersebut.

Di samping itu apa yang dilakukannya pada saat itu, kata Gatot, tidak lepas dari peristiwa sebelumnya di mana demonstrasi 411 di depan Istana Negara berujung ricuh.

"Kekuatan Paspamres di situ pada saat itu katakanlah 400. Itu tidak bisa melawan jutaan orang di situ, walaupun niatnya baik. Contohnya, 212 ingin salaman saja dengan presiden, bersama-sama ke sana, tidak bisa dicegah. Maka saya menggunakan peci putih, tujuannya untuk menunjukan saya ini aparat lho, tapi saya juga bagian dari Anda. Jadi kalau saya bersuara, didengar oleh mereka," kata Gatot.

Baca juga: Polri Buka Suara Alasan Tolak Mantan Panglima TNI Gatot Nurmantyo yang Ingin Jenguk Aktivis KAMI

Baca juga: Pernyataan Sikap Presidium KAMI Gatot Nurmantyo dan Din Syamsudin soal Penangkapan 8 Aktivis

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved