Bangunan Baru RS Muhammad Sani Difungsikan Untuk Pasien Suspek Covid-19
Posisi bangunan tersebut berada di sayap kiri lahan RSUD Muhammad Sani, atau di sebelah kanan jika kita masuk dari gerbang utama.
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Pemerintah Kabupaten Karimun akhirnya mengambil tindakan.
Bangunan baru yang ada di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani difungsikan sebagai ruang perawatan pasien suspek atau probable.
Posisi bangunan tersebut berada di sayap kiri lahan RSUD Muhammad Sani, atau di sebelah kanan jika kita masuk dari gerbang utama.
Jumlah ruangan pasien suspek atau probable Covid-19 di bangunan itu sebanyak 8 kamar.
Dengan adanya ruangan tersebut, maka daya tampung pasien suspek Covid-19 di Kabupaten Karimun semakin bertambah.
Sebelumnya pasien suspek hanya dikarantina di Puskesmas Meral Barat.
Diketahui saat ini jumlah pasien Covid-19 di Kabupaten Karimun terus meningkat.
Oleh karena itu kemungkinan bertambahnya pasien suspek dari hasil pelacakan atau tracing juga turut bertambah.
"Iya lokasinya di bangunan baru yang dekat parkiran pegawai RSUD," kata Kepala Layanan RSUD Muhammad Sani Okto Puju Ginanjar, Selasa (20/10/2020).
Rumah sakit rujukan pasien Covid-19 di Kabupaten Karimun tersebut hanya bisa menampung 30 pasien terkonfirmasi positif.
Ruang isolasi berjumlah 15 kamar dan berada di lantai enam RSUD Muhammad Sani.
"Itu pun kalau satu kamar dua orang dengan cacatan, sama jenis kelamin, masuknya bersamaan dan penyakitnya tidak berat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, yang juga juru bicara Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun, Rachmadi.
Jumlah pasien terkonfirmasi Covid-19 di Kabupaten Karimun yang saat ini dirawat berjumlah 33 pasien.
Untuk menanggulanginya, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Karimun telah mengirimkan sebanyak 12 pasien ke RSKI Covid-19 Galang.
RSUD Muhammad Sani Penuh
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1704bangunan-rsud-muhammad-sani-karimun.jpg)