Pakar WHO Minta Eropa dan Amerika Belajar dari Asia Soal Penanganan Covid-19
Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyebut Eropa dan Amerika Utara harus mencontoh negara-negara di Asia soal bertahan dengan tindakan anti Covid-19.
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, JENEWA - Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO) menyebut Eropa dan Amerika Utara harus mencontoh negara-negara di Asia soal bertahan dengan tindakan anti Covid-19 pada Senin (19/10/2020).
Seorang pakar WHO juga meminta Eropa dan Amerika Utara mengkarantina siapa saja yang melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.
Wilayah Eropa WHO, yang mencakup Rusia, telah mencatat hingga 8.500 kematian dalam sepekan terakhir.
Separuh negara telah mengalami peningkatan kasus sebesar 50 persen, kata Mike Ryan, pakar darurat utama badan tersebut, dalam konferensi pers.
Selama beberapa bulan terakhir, pihak berwenang di Australia, China, Jepang dan Korea Selatan telah mengurangi penyebaran dengan mendeteksi kasus, mengisolasi mereka dan mengkarantina kontak, katanya.
Populasi mereka telah menunjukkan "tingkat kepercayaan yang lebih tinggi" pada pemerintah mereka yang telah melakukan tindakan lebih lama.
Baca juga: WHO: Kaum Muda Mungkin Harus Menunggu hingga 2022 Untuk Dapatkan Vaksin Covid-19
"Dengan kata lain, mereka berlari melalui garis finis dan seterusnya dan mereka terus berlari, karena mereka tahu perlombaan belum berakhir, garis finis itu salah.
Terlalu banyak negara telah menempatkan garis finis imajiner dan ketika mereka melewati ini mungkin terjadi, memperlambat beberapa aktivitas mereka, "kata Ryan.
“Negara-negara di Asia, Asia Selatan, Pasifik Barat yang menurut saya sukses terus menindaklanjuti kegiatan-kegiatan kunci tersebut,” tambahnya.
Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mendesak pihak berwenang untuk bertahan dalam perang melawan virus yang telah menginfeksi 40 juta dan menewaskan lebih dari 1 juta.
"Saya tahu ada kelelahan tetapi virus telah menunjukkan bahwa ketika kita lengah, virus itu dapat melonjak kembali dengan kecepatan sangat tinggi dan mengancam rumah sakit dan sistem kesehatan," kata Tedros.
Kim Sledge dari band Sister Sledge akan menyumbangkan hasil dari versi khusus dari lagu hit "We Are Family" kepada WHO, kata agensi tersebut.
Sledge mengatakan bahwa pesan lagu tersebut memiliki makna pribadi selama pandemi: "Karena saya memiliki dua anggota keluarga saya, suami dan anak perempuan saya, yang adalah dokter, yang berada di garis depan."
Sebelum Vaksin Digunakan Luas, WHO Sebut Kematian Covid-19 Global Bisa Tembus Angka 2 Juta
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/covid-19-filipina-mencabut-larangan-perjalanan-untuk-warga-negaranya.jpg)