Jelang Pilpres AS, Dana Kampanye Donald Trump makin Menipis
Kubu Trump menutup bulan September lalu dengan perolehan dana sebesar US$ 63,1 juta di dalam rekening bank mereka. Padahal, pengeluaran bulan lalu ...
Editor: Lia Sisvita Dinatri
TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON -- Laporan keuangan dari tim kampanye Donald Trump pada bulan September lalu baru saja dirilis.
Laporan tersebut menunjukkan angka yang cukup kecil dalam dana yang terkumpul selama kampanye Donald Trump.
New York Times mengabarkan, kubu Trump menutup bulan September 2020 lalu dengan perolehan dana sebesar US$ 63,1 juta di dalam rekening bank mereka. Padahal, pengeluaran bulan lalu telah ditekan, termasuk membatalkan beberapa pembelian iklan televisi.
Masalah keuangan yang dihadapi tim Donald Trump ini memaksa sang presiden terbang langsung ke California pekan lalu untuk mengawasi penggalangan dana.
Awal 2019, tim Donald Trump bersama dengan Republican National Committee (RNC) telah mengumpulkan dana kampanye hingga US$ 1,5 miliar. Namun, laporan yang dirilis pada Rabu, (21/10/2020) menunjukkan bahwa hanya ada sebagian kecil dari uang tersebut yang masih tersisa.
Parahnya lagi, sisa uang tersebut masih harus digunakan untuk membayar biaya iklan yang mereka pasang di berbagai platform utama seperti televisi.
Sebagai perbandingan, Trump bersama dengan RNC telah memiliki dana kampanye sebesar US$ 251,4 juta memasuki bulan Oktober. Sementara rivalnya, Joe Biden, unggul cukup jauh dengan dana kampanye sebesar US$ 432 juta di awal Oktober ini.
Baca juga: Pangeran Arab Saudi Nawaf bin Saad bin Saud Tutup Usia, Ini Profil Singkatnya
Tim kampanye Biden belum mengajukan laporan lengkapnya pada bulan September, namun mereka mengawali bulan itu dengan dana sebesar US$ 180 juta. Sedangkan, dana kampanye Trump di awal September hanya mencapai US$ 121 juta.
Tim kampanye Trump telah berusaha memangkas pengeluaran selama lebih dari dua bulan terakhir, terutama sejak Bill Stepien menggantikan Brad Parscale sebagai manajer kampanye.
Di bawah kendali Parscale, kampanye Trump dianggap menghabiskan terlalu banyak uang karena diinvestasikan untuk membangun database besar berisi alamat email dan nomor telepon untuk menjangkau pendukung dan meminta bantuan.
Sayangnya, mendekati pemilu bulan November mendatang, proyeksi peningkatan dana kampanye besar-besaran belum juga bisa terwujud, bahkan hasilnya cenderung negatif. (*)
Baca juga: Polisi Periksa Sejumlah Saksi Atas Kematian Kerabat Presiden Jokowi, Termasuk Periksa Keluarga
Baca juga: 6 Rekomendasi Produk Fiber Maskara untuk Tampilan Bulu Mata Tebal Alami Seketika
Baca juga: Resep Kimchi Jjigae khas Korea dan Cara Membuatnya, Sup Sehat untuk Menu Makan Malam Keluarga
Baca juga: Menkeu Sri Mulyani Catat Ekspor Impor Alami Perbaikan, Pemulihan Ekonomi Akibat Pandemi
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/donald-trump-mengunjungi-pabrik-ford.jpg)