Breaking News:

BATAM TERKINI

Giliran SPSI Gelar Aksi Tolak Omnibus Law Cipta Kerja di Depan Graha Kepri Batam

Ketua SPSI Kepri, Saipul Badri bilang aksi tolak omnibus law ini mereka lakukan bertepatan dnegan 1 tahun kinerja Jokowi-Ma'ruf

Penulis: Hening Sekar Utami | Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami
TOLAK OMNIBUS LAW - Suasana aksi tolak Omnibus Law oleh Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) di depan Kantor Graha Kepri, Kamis (22/10/2020). 

Editor: Dewi Haryati

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Aksi unjuk rasa tolak Omnibus Law di Batam kembali bergulir. Kali ini Kantor Graha Kepri menjadi sasaran massa pada Kamis (22/10/2020).

Massa aksi demo yang bermula pada sekitar pukul 10:00 WIB tersebut berasal dari kalangan buruh Logam Elektronik Mesin (LEM) dan Kimia Energi Pertambangan (KEP) Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI).

Adapun tuntutan buruh pada aksi demo tersebut ditujukan bagi pemerintah pusat, khususnya Presiden RI, Joko Widodo, untuk mengeluarkan Perppu pembatalan undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja.

"Kegiatan ini kami lakukan karena bertepatan dengan 1 tahun kinerja pemerintahan Jokowi - Ma’ruf Amin,” ujar Ketua SPSI Kepri, Saipul Badri.

Menurutnya, dengan masa pengesahan undang-undang yang sangat singkat, beberapa poin yang tercantum dalam UU tersebut pun menjadi problematik. Salah satunya, Saipul menyoroti perihal pesangon, penetapan kontrak pekerja, dan tenaga kerja asing (TKA).

Baca juga: TERUNGKAP, Ternyata Luhut Binsar dan 4 Tokoh ini Inisiator Omnibus Law di Indonesia

Baca juga: Berkali-kali Didemo Berkali-kali Juga Dipuji! Moeldoko Klaim Pengunjuk Rasa Akan Nikmati Omnibus Law

Pengesahan UU Omnibus Law dinilai memberikan ketidakadilan bagi kaum buruh. Saipul juga beranggapan bahwa penciptaan undang-undang tersebut hanya menguntungkan kepentingan pemodal dan pengusaha.

"Menurut kami ini tidak adil, dalam prosesnya saja tidak adil. Satgas Omnibus Law ini dipenuhi oleh para pemodal di dalamnya dan tidak melibatkan serikat pekerja," jelas Saipul.

Kendati massa aksi terhitung mencapai ratusan orang, namun demonstrasi berjalan cukup kondusif tanpa adanya kekerasan atau vandalisme. Usai menyampaikan aspirasinya selama kurang lebih sejam, para pendemo pun membubarkan diri dari lokasi Graha Kepri.

(TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved