Rabu, 6 Mei 2026

Dijadwalkan Hari Ini (26/10), Mengapa Pembukaan Jalur Hijau Singapura-Indonesia Diperlukan?

Jalur hijau timbal balik (RGL) antara Singapura dan Indonesia dijadwalkan akan dibuka hari ini (26/10). Lantas apa pentingnya kebijakan ini?

Tayang:
STRAITS TIMES
VIRUS CORONA - Mengapa jalur hijau timbal balik Singapura-Indonesia diperlukan? ini kata ahli. 

Editor: Putri Larasati Anggiawan

TRIBUNBATAM.id, SINGAPURA - Jalur hijau timbal balik (RGL) antara Singapura dan Indonesia dijadwalkan akan dibuka hari ini, Senin (26/10/2020).

Lantas apa pentingnya kebijakan ini dibuat? berikut pendapat dari ahli yakni Jefferson Ng dan Dedi Dinarto dari perguruan tinggi S. Rajaratnam School of International Studies Singapura.

Menurut mereka, kebijaka ini adalah bagian dari upaya nasional yang lebih luas untuk menghidupkan kembali hub udara Singapura yang sakit dan memulihkan hubungan perjalanan bilateral.

Pengaturan tersebut akan memungkinkan aplikasi untuk perjalanan bisnis penting, perjalanan diplomatik, dan perjalanan resmi yang mendesak di dua titik.

Perjalanan udara akan dilanjutkan antara Bandara Changi dan bandara Soekarno-Hatta Jakarta, serta perjalanan laut antara Terminal Feri Tanah Merah dan Terminal Feri Batam Centre setelah tanggal 26 Oktober.

Namun, dampak ekonomi langsung dari pengaturan ini diperkirakan akan terbatas.

Baca juga: MULAI Hari Ini Jalur Perbatasan Singapura-Indonesia Resmi Dibuka, Cek Syaratnya Disini

Wisatawan masih harus menjalani proses aplikasi yang rumit, yang mencakup pengajuan e-visa di pihak Indonesia atau tiket SafeTravel di pihak Singapura, menemukan organisasi sponsor, dan mematuhi langkah-langkah pelacakan kontak digital dan tes usap wajib.

Dengan insiden kasus Covid-19 yang masih sangat tinggi di Indonesia, kepercayaan Singapura dalam meningkatkan kapasitas untuk tes usap yang akurat untuk mendeteksi kasus tanpa gejala, ditambah dengan kepentingan ekonomi yang kuat di Batam dan Jakarta, kemungkinan besar berperan penting dalam keputusan untuk memulihkan hubungan perjalanan dengan Indonesia. .

Dibukanya kembali perjalanan bisnis antara kedua negara menunjukkan pentingnya ekonomi untuk melakukannya.

Sebagai negara tetangga, Singapura dan Indonesia merupakan mitra ekonomi utama.

Proyek ekonomi bilateral utama termasuk Kendal Industrial Park, sebuah usaha patungan antara Sembcorp Development dan pengembang kawasan industri Indonesia PT Jababeka.

Banyak perusahaan manufaktur dan startup digital Singapura beroperasi di Batam, sementara perusahaan seperti Temasek dan Singtel memiliki saham di perusahaan besar Indonesia seperti Gojek dan Telkomsel.

Terlepas dari pandemi, angka resmi terbaru menunjukkan bahwa perdagangan dan investasi asing antara kedua negara tetap kuat.

Perusahaan Singapura berinvestasi di 6.866 proyek dengan nilai investasi US $ 4,6 miliar (S $ 6,25 miliar) untuk paruh pertama tahun 2020, menurut Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved