MULAI Hari Ini Jalur Perbatasan Singapura-Indonesia Resmi Dibuka, Cek Syaratnya Disini
Pemerintah Singapura dan Indonesia resmi membuka jalur perbatasan atau yang diistilahkan dengan reciprocal green lane, mulai Senin 26 Oktober 2020
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Pemerintah Singapura dan Indonesia resmi membuka jalur perbatasan atau yang diistilahkan dengan reciprocal green lane (jalur hijau timbal balik atau RGL), mulai Senin 26 Oktober 2020.
Pelonggaran kebijakan ini menyusul mulai normalnya kehidupan sosial di Singapura, sejak akhir September lalu.
Mereka yang akan melintas batas kedua negara, baik jalur udara dan laut, masih terbatas untuk keperluan bisnis dan pejebat resmi penting antarkedua negara.
Untuk pelintas batas ini, para pelintas batas, pun masih harus mengisi aplikasi formulir yang disediakan kedua otoritas kedua negara, kementerian luar negeri, imigrasi, dan tentunnya mendapat otorisasi kesehatan; bebas Covid-19.
Sementara dari Pemerintah Kota Batam, telah mengusulkan tiga pelabuhan internasional di Batam sebagai pintu keluar-masuk orang jelang penerapan Travel Corridor Arrangement (TCA) itu.
Ketiga pelabuhan tersebut yakni Pelabuhan Batam Center, Pelabuhan Harbour Bay dan Pelabuhan Nongsa.
Di sisi lain, dari informasi Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Batam, dari lima pelabuhan internasional di Batam, hanya Pelabuhan Batam Center yang tetap beroperasi saat ini.
Baca juga: Imigrasi Batam Siap Sambut Warga Asing, Penerapan Travel Corridor Indonesia - Singapura
"Pelabuhan yang buka operasi saat ini cuma satu, Ferry Batam Center," kata Humas KSOP Batam, Anina Solmidas, Sabtu (24/10/2020).
Sedangkan empat pelabuhan lainnya masih tutup operasi.
"Masih tutup, 4 pelabuhan internasional. Internasional Sekupang, Internasional Nongsa, Internasional Harbour Bay dan Internasional Waterfront Sekupang masih tutup," terang Anina.
Lebih lanjut, KSOP Batam mencatat belum ada peningkatan jumlah penumpang di pelabuhan Ferry Internasional yang ada di Batam jelang penerapan TCA.
Bahkan dalam sepekan terakhir kondisi jumlah penumpang di pelabuhan Ferry Internasional Batam Center, cenderung mengalami penurunan.
"Belum ada peningkatan, penumpang internasional masih menurun. Kemarin kita mencatat penumpang internasional dari Singapura hanya 21 orang," ujarnya.
Jumlah itu dibawa dua trip pelayaran yang beroperasi setiap hari dari Internasional Batam Center ke Singapura. Kapal Majestic Liberty mengangkut 5 orang penumpang, di antaranya 3 WNI dan 2 WNI. Sementara kapal Sindo membawa 16 orang terdiri dari 13 WNI dan 3 WNA.
Baca juga: Pintu Masuk Singapura ke Batam Belum Diputus, Kemenlu Sebut Opsi Selain Pelabuhan Batam Center
Baca juga: Minta Proses Tes Swab Dipercepat, Pengelola Pelabuhan Batam Center Siap Sambut Penumpang
"Jadi belum ada kenaikan jumlah penumpang. Pelabuhan yang buka operasi hingga saat ini cuma satu, Ferry Batam Center," katanya.
Pintu Masuk Belum Ditentukan
Sebelumnya saat datang ke Batam, Direktur Asia Tenggara Kementerian Luar Negeri, Denny Abdi mengakui Singapura sudah memberikan saran kepada Indonesia.
Itu jelang diberlakukannya Travel Corridor Arrangement (TCA) atau Reciprocal Green Lane (RGL) tanggal 26 Oktober 2020 mendatang
Ia mengatakan, karena TCA ini baru bersifat uji coba, maka pintu masuk yang ditetapkan hanya 1 titik bandar udara dan 1 titik pelabuhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/berusia-satu-tahun-di-antara-enam-kasus-covid-19-yang-diimpor-dari-india-prancis-dan-filipina.jpg)