Breaking News:

BATAM TERKINI

Tekan Angka Kematian Akibat Covid-19, Pemko Batam Masukkan Pengadaan Alat Ventilator ke APBD 2021

Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum menyatakan telah memasukkan kebutuhan alat bantu kesehatan dan ventilator di dalam APBD 2021 mendatang.

TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
PJS WALI KOTA BATAM - Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum menyatakan telah memasukkan kebutuhan alat bantu kesehatan dan ventilator di dalam APBD 2021 mendatang. 

Editor : Tri Indaryani

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Kepri, Bahtiar Baharuddin, beberapa waktu lalu telah meminta seluruh bupati dan wali kota di Kepulauan Riau untuk segera melengkapi kebutuhan alat bantu pernapasan dan ventilator guna menekan angka kematian Covid-19.

Bahtiar mengkhawatirkan jumlah pasien Covid-19 di Kepri yang meninggal dunia terus bertambah.

Sementara itu, pasien Covid-19 dengan gejala ISPA berat juga masih kerap ditemukan.

"Maka dari itu, untuk mengurangi risiko kematian Covid-19 yang terus berjatuhan itu, saya minta kepada bupati/wako se-Kepri, segera melengkapi alat bantu pernapasan dan ventilator di Puskesmas-Puskesmas yang ada," tegas Bahtiar.

Menindaklanjuti permintaan tersebut, Pjs Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum menyatakan telah memasukkan kebutuhan alat bantu kesehatan dan ventilator di dalam APBD 2021 mendatang.

Akan tetapi, untuk memenuhi ketersediaan alat-alat tersebut untuk penanganan Covid-19 di tahun ini, masih akan dilakukan pemeriksaan anggaran lebih lanjut.

Baca juga: Bertambah 41 Pasien Positif Corona, Total Kasus Covid-19 di Batam jadi 1.255 Orang

"Kita sudah memasukan ke dalam anggaran 2021, kalau dalam anggaran yang sekarang, nanti akan dicek," ujarnya ketika ditanyai, Minggu (25/10/2020).

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Batam, Didi Kusmarjardi pun menyambut usulan tersebut.

Pihaknya menyatakan akan mendukung rencana Pjs Wali Kota Batam apabila pengadaan alat bantu pernapasan dan ventilator akan dilaksanakan.

"Kalau mau diadakan oke saja," ujar Didi.

Kendati demikian, dirinya menilai, permasalahan angka risiko kematian akibat Covid-19 di Batam tidak terkendala pada peralatan.

Menurutnya, alat-alat yang dibutuhkan sudah cukup, namun ketersediaan ruang ICU isolasi adalah apa yang paling dibutuhkan.

"Masalahnya bukan di alat, ruangan ICU isolasinya yang terbatas," tambah Didi. (TRIBUNBATAM.id/Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved