Laporkan Lonjakan Kasus Covid-19, Ibu Kota Sri Lanka Akan Kembali Lockdown
Ibu kota Sri Lanka akan kembali terkunci atau lockdwon mulai Jumat (30/10/2020) menyusul lonjakan kasus virus Corona, kata pihak berwenang.
Editor: Putri Larasati Anggiawan
TRIBUNBATAM.id, COLOMBO - Ibu kota Sri Lanka akan kembali terkunci atau lockdwon mulai Jumat (30/10/2020) menyusul lonjakan kasus virus Corona, kata pihak berwenang pada Kamis (29/10/2020).
Negara kepulauan Asia Selatan berpenduduk 21 juta orang itu telah melaporkan lebih dari 9.200 infeksi Covid-19.
Dengan lebih dari setengahnya terdeteksi dalam tiga minggu terakhir setelah lebih dari seribu pekerja pabrik garmen dinyatakan positif.
Ada 19 kematian tercatat di negara itu.
Sekitar 5,5 juta orang yang tinggal di ibu kota Kolombo dan dua distrik tetangga akan diizinkan untuk bergerak hanya untuk layanan penting, kata pejabat kesehatan.
Penguncian selama tiga hari dapat diperpanjang tergantung pada kecepatan infeksi, tambah mereka.
Baca juga: Sri Lanka Journalists Enthusiastically Visit Sultan Mahmud Riayat Syah Mosque in Batam
"Jam malam berlaku mulai tengah malam, tetapi kami mencoba untuk mencegah perjalanan tidak penting melintasi perbatasan provinsi mulai hari ini," kata juru bicara polisi Ajith Rohana kepada AFP.
Tentara melakukan pemeriksaan suhu secara acak pada pejalan kaki dan pengendara motor di Kolombo pada hari Kamis.
Sri Lanka memberlakukan lockdown selama tiga bulan hingga akhir Juni, dengan pihak berwenang mencabut pembatasan setelah menyatakan bahwa tidak ada penularan virus oleh komunitas.
Tindakan baru tersebut menyusul kunjungan 12 jam ke Kolombo oleh Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo, yang meletakkan karangan bunga dan berdoa di gereja Katolik Roma St Anthony, lokasi serangan mematikan selama pemboman bunuh diri Minggu Paskah tahun lalu.
Jelang Pemilu Saat Pandemi, Myanmar Perpanjang Larangan Pengunjung Asing ke Negeranya
Myanmar umumkan perpanjang larangan penerbangan komersial internasional dan penerbitan semua jenis visa hingga akhir November.
Pasalnya, Myanmar ingin menahan penyebaran virus Corona menjelang pemilihan umum ( Pemilu) di negaranya.
Larangan masuknya orang asing melalui perbatasan darat juga akan diperpanjang selama satu bulan lagi, kata Kementerian Transportasi dan Komunikasi dalam sebuah pernyataan pada Senin (26/10/2020).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/virus-corona-ibu-kota-sri-lanka-akan-lockdown-setelah-menemukan-lonjakan-virus-corona.jpg)