TRIBUN PODCAST
Balik Kampung ke Lingga, Ini Strategi Calon Bupati Lingga Riki Syolihin, Laut hingga Pariwisata
Menurut Riki Syolihin, penyebab utama Lingga dikatakan termiskin di Kepri, di antaranya karena uang di Lingga banyak beredar ke luar Lingga
Editor: Dewi Haryati
TRIBUNBATAM.id, BATAM - Mantan Anggota DPRD Batam, Riki Syolihin siap maju dalam pertarungan merebut kursi Bupati Lingga pada 9 Desember 2020.
Hadir dalam Tribun Podcast Batam, ia menyampaikan latar belakangnya maju dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lingga.
"Memang dari awal ingin jadi bupati, wali kota dan gubernur, karena belum pernah," kata Riki, Rabu (28/10/2020) lalu.
Ia mengatakan, ketika melihat ada sesuatu yang kurang pas atau sesuatu yang harus dibenahi, maka secara naluri dia sudah terpanggil untuk memperbaiki masalah tersebut.
"Lingga merupakan kampung halaman saya. Saya pernah sekolah di Lingga sampai kelas 3 Sekolah Dasar, dan setelah naik ke kelas 4 SD baru saya hijrah ke Batam ikut orang tua," ujarnya.
Baca juga: Disbudpar Datangkan Cogan Asli dari Kerajaan Riau-Lingga Johor ke Museum Raja Ali Haji Batam
Baca juga: Kegiatan Khas Maulid Nabi, Begini Uniknya Tradisi Barzanji di Lingga
Setelah melewati beberapa jenjang pendidikan di Pulau Jawa dan tahun 2003 pulang ke Batam, ia mulai gabung di dunia politik dan membuka usaha.
Tahun 2009, Riki pernah menjadi Anggota DPRD Batam termuda di antara anggota DPRD yang lain.
Keinginan pertama kali menjadi calon Bupati yakni, melihat dari hasil survei di pemilihan legislatif DPD tahun lalu, dan ia memperoleh suara terbanyak di Kabupaten Lingga.
Tidak hanya itu berbagai dukungan dari kalangan keluarga dan juga masyarakat Lingga, membuat ia terpanggil untuk pulang kampung dan siap melayani serta melakukan pembenahan di kampung sendiri.
"Untuk memutuskan itu saya harus pikirkan berbulan-bulan" kata Riki.
Sebelum memutuskan untuk menjadi calon Bupati Lingga, Riki sempat pulang ke Lingga dan turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi masyarakat, seperti masalah apa saja yang terjadi di Lingga saat ini.
Riki mengungkapkan, salah satu penyebab utama Lingga dikatakan termiskin di Kepri menurutnya, pertama karena uang di Lingga banyak beredar ke luar Lingga.
Ia mencontohkan, ketika orang tua bekerja di Lingga tapi mereka menyekolahkan anaknya ke Tanjungpinang.
Atau ketika mereka berobat ke Batam. Sehingga mereka kerja, uangnya keluar untuk membayar biaya sekolah tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/tribun-poscast-bersama-calon-bupati-lingga-riki-syolihin.jpg)