Breaking News:

TRIBUN WIKI

Lindungi Korban Pengeroyokan, Siapa Sosok Bripka Hafiz Basari? Papa Muda yang Hobi Sepak Bola

Sosok polisi yang melerai keributan itu diketahui bernama Brigadir Polisi Kepala (Bripka) Hafizh Basari.

instagram
PENGEROYOKAN - Bripka Hafizh Basari mleerai pengeroyokan oleh anggota klub moge terhadap anggota TNI. FOTO: Capture Instagram 

Aksi pengeroyokan terhadap anggota TNI Kodim 0304/Agam, Sumatera Barat, terekam kamera pengawas atau CCTV toko butik di Simpang Tarok, Kota Bukittinggi.

Dalam rekaman tersebut, diketahui bahwa polisi sempat berusaha melerai keributan.

Namun, kendati polisi sudah berusaha melerai, anggota klub moge tersebut terus menghajar anggota TNI yang tidak berseragam.

Bahkan, ibu pemilik toko sudah memohon untuk berhenti.

Namun, hal itu tidak digubris oleh anggota klub moge terus menghajar Serda Mistari yang lari menuju toko.

Kapolres Bukittinggi AKBP Dody Prawiranegara mengakui bahwa polisi sudah berusaha melerai aksi brutal anggota klub moge tersebut.

"Justru sudah dilerai," kata Dody saat dihubungi Kompas.com ( grup Tribunmedan.com ), Senin (2/11/2020).

Polantas yang terekam kamera pengawas CCTV tersebut adalah Brigadir Muhammad Hafiz Basari yang bertugas di Satuan Lalu Lintas Polres Bukittinggi.

Hafiz diketahui saat kejadian juga menjadi petugas patwal iring-iringan moge tersebut di belakang dengan mengendarai mobil.

"Saat kejadian, saya patwal pakai mobil di belakang iring-iringan," jelas Hafiz yang dihubungi Kompas.com, Selasa (3/11/2020).

Baca juga: KRONOLOGI Pengeroyokan Anggota TNI oleh Pengendara Moge di Bukittinggi, Diawali Iringan Konvoi

Menurut Hafiz, dia datang terlambat ke lokasi kejadian.

Korban Serda M Yusuf sudah tergeletak di lantai dan Serda Mistari dikejar oknum anggota Moge ke dalam toko.

"Saya datangnya terlambat.

Saya patwal di belakang.

Jalan macet dan saya turun lihat ada kejadian itu," kata Hafiz.

Setelah turun, ia melihat Serda M Yusuf sudah tergeletak setelah dikeroyok oknum anggota moge.

"Saya lerai dan peluk korban.

Kemudian saya lihat satu orang lagi (Serda Mistari) dikejar.

Saya ikut kejar dan melerainya," jelas Hafiz.

Menurut Hafiz, saat itu ada beberapa orang oknum moge yang mengejar Serda Mistari.

Kemudian, ia langsung melerainya sambil berteriak minta dihentikan.

"Sudah, sudah, jangan, jangan," kata Hafiz menirukan ucapannya waktu itu.

Saat kejadian itu, Hafiz sempat didorong-dorong oknum anggota moge tersebut.

Anggota moge tersebut masih melayangkan pukulan ke arah Serda Mistari yang berada di belakangnya.

"Saya didorong-dorong. Saya minta hentikan.

Baca juga: VIRAL Video Anggota TNI Dikeroyok Pengendara Moge di Bukittinggi, Dipicu Masalah Ini

Di samping saya, juga ada ibu-ibu yang memohon untuk dihentikan," kata Hafiz.

Setelah beberapa saat, kata Hafiz, oknum anggota klub moge tersebut akhirnya pergi juga.

Setelah oknum moge itu pergi, Hafiz berusaha menolong korban dan menanyakan kronologi kejadian.

"Saat itu korban mengatakan tidak menerima kejadian itu dan akan melapor ke Dandim," kata Hafiz.

Saat itu, menurut Hafiz, ia baru mengetahui bahwa korban adalah anggota TNI. Kemudian, Hafiz menghubungi polisi militer.

Di saat itulah, Hafiz tidak melihat korban lagi.

"Saya baru tahu korban adalah tentara.

Saya telepon PM, setelah itu saya tidak melihat lagi korban," kata Hafiz.

Penulis: Widi Wahyuning Tyas
Editor: Widi Wahyuning Tyas
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved