Burger King Bikin Heboh Warganet, Serukan Pesan McDonald, KFC, Pizza Hut hingga Warteg
Burger King, jaringan restoran spesialis hamburger asal Amerika Serikat membuat heboh netizen Tanah Air
Pada 1989, Pillsbury sendiri diakuisisi oleh perusahaan Inggris Grand Metropolitan (Grand Met) PLC.
Grand Met menjadi Diageo PLC setelah mergernya dengan pembuat bir Irlandia Guinness PLC pada tahun 1997.
Lalu, pada 2002 Diageo menjual Burger King kepada konsorsium pemodal ekuitas swasta, yaitu Grup Texas Pasifik, Bain Capital, dan Goldman Sachs Capital Partners.
Pada 2010 3G Capital, sebuah grup investasi yang dikendalikan oleh miliarder Brazil, Jorge Paulo Lemann, mengambil alih perusahaan tersebut dengan cara membeli dengan leverage.
Kemudian, tahun 2012, saham Burger King dijual kembali ke publik, tetapi 3G tetap memiliki kepentingan pengendali.
Baca juga: Kasus Covid-19 Meningkat, McDonalds Batalkan Pembukaan Kembali 135 Gerai di Singapura
Pada 2014, Burger King Worldwide bergabung dengan perusahaan donat dan jaringan restoran makanan cepat saji Kanada, Tim Hortons.
Hal itu membuat perusahaan induk baru bernama Restaurant Brands International dibentuk.
Hamburger besar bernama Whopper adalah produk andalan Burger King.
The Whopper diperkenalkan pada tahun 1957, pada saat pesaingnya McDonald's masih hanya menjual hamburger kecil.
Baca juga: Beredar di Medsos, Resep Membuat Kentang Goreng Renyah Ala Restoran Cepat Saji McDonalds
Awalnya pemilik Burger King di Indonesia PT Mitra Adi Perkasa Tbk (MAPI) melalui anak usahanya PT Sari Burger Indonesia (SBI) sebagai pengelola Burger King.
Namun, MAPI melakukan divestasi atau mengurangi kepemilikan sahamnya di SBI untuk mengejar skala ekonomis.
Dengan cara tersebut, investasi yang dibutuhkan untuk membuka gerai menjadi lebih ringan lantaran MAPI sebagai pemegang saham minoritas, investasinya tidak sebesar mitra baru MAPI tersebut.
Baca juga: VIDEO - McDonalds Sarinah Dipenuhi Pengunjung Sehari Jelang Ditutup, Banyak Warga Nostalgia
Selanjutnya MAPI telah menandatangani perjanjian investasi untuk penjualan saham SBI dengan QSR Indoburger Pte. Ltd.
Namun, kini MAPI masih memiliki saham Burger King sebesar 33,52 persen berdasarkan laporan perusahaan periode Juni 2020.
Nilai investasi yang dimiliki dengan penempatan ini adalah Rp 86,62 miliar.
Baca juga: McDonalds di Inggris dan AS Tak Menerima Layanan Makan di Tempat, Bagaimana di Indonesia?
.
.
.
(*)
SUMBER: KONTAN
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/bkbkbkkbkb.jpg)