Selasa, 2 Juni 2026

PEMILIHAN PRESIDEN AS

Joe Biden Minta Rakyat Amerika Tenang: Demokrasi Kadang Berantakan, Tapi Kita Perlu Bersabar

Berdasarkan data hasil sementara dilansir The Associated Press, Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden memperoleh suara 264 suara elektoral

Tayang:
Editor: Mairi Nandarson
AFP/JIM WATSON
Calon Presiden dari Partai Democrat Joe Biden berbicara di Wilmington, Delaware, Rabu (4/11/2020). 

TRIBUNBATAM.id, WASHINGTON - Penghitungan suara elektoral pemilihan Presiden AS masih berlangsung dan belum final.

Hingga kini, Joe Biden masih tercatat memiliki perolehan suara tertinggi.

Berdasarkan data hasil sementara yang dilansir The Associated Press, Calon Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden sudah memperoleh suara 264 suara elektoral.

Mantan Wakil Presiden Barack Obama itu hanya butuh 6 suara elektoral lagi untuk mengunci kemenangan ( 270 suara elektoral).

Perolehan suara Joe Biden ini bahkan telah memecahkan rekor Barack Obama untuk suara terbanyak dari semua kandidat presiden AS dalam sejarah.

Bahkan, diperkirakaan perolehan suara Joe Biden akan meningkat karena ada negara bagian yang belum selesai menghitung suara.

Baca juga: Profil Joe Biden Calon Presiden AS 2020: Kampanye Sebagai Demokrat, Memerintah Sebagai Presiden AS

Baca juga: Unggul Jauh dari Donald Trump, Joe Biden Yakin Menang dan Jadi Presiden AS: Saya Bukan Musuh

Mengutip Mirror, Kamis (5/11/2020), Partai Demokrat saat ini memiliki sekitar 71,2 juta suara.

Mantan Wakil Presiden AS tersebut memiliki 50,3 persen dari semua suara yang dihitung sejauh ini, dibandingkan dengan 48,1 persen dari Presiden petahana Donald Trump.

Angka tersebut melampaui rekor Barack Obama pada pilpres 2008 yang mengumpulkan 69,4 juta suara untuk menang.

Setidaknya 65 persen warga Amerika yang memenuhi syarat telah memberikan suara pada pilpres tahun ini.

Pemilu terbesar 

Pilpres Amerika Serikat 2020 pun disebut sebagai pemilu terbesar dalam satu abad ini.

Meski digelar di masa pandemi, tak menyurutkan antusias warga Amerika untuk campur tangan dalam pilpres.

Jajak pendapat menunjukkan virus corona sebagai masalah utama di benak para pemilih.

Sebelumnya, Trump sempat meremehkan wabah Covid-19 dengan alasan sebagai upaya menyelamatkan ekonomi yang sedang sakit.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved