BATAM TERKINI
KPPAD Batam Kecam Dugaan Pelecehan Oleh Oknum Pemuka Agama, Minta Polsek Batuaji Usut Tuntas
Ketua KPPAD Batam meminta Polsek Batuaji untuk mensutu tuntas kasus dugaan pelecehan oleh oknum pemuka agama di Tanjunguncang, Kecamatan Batuaji.
Ini seorang rohaniawan, kami juga tidak ingin ada korban lain," tegasnya.
Atensi Polsek Batuaji
Penyidik Polsek Batuaji sedang menyelidiki kasus dugaan pelecehan oleh oknum pemuka agama berinisial NPS di Tanjunguncang, Kota Batam, Provinsi Kepri.
Mereka sudah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi, setelah menerima laporan dari seorang warga.
Selain memeriksa sejumlah saksi, mereka juga mengantongi hasil visum dari rumah sakit terhadap remaja putri 14 tahun yang diduga menjadi korban pelecehan itu.
"Kasusnya sedang kami tangani. Kami juga sudah meminta keterangan dari pihak keluarga," ucap Kapolsek Batuaji melalui Kanit Reskrim Polsek Batuaji, Iptu Thetio, Minggu (8/11/2020).
Laporan polisi itu berawal ketika orang tua remaja putri sebut saja Bunga tidak terima dengan perlakuan keluarga oknum pemuka agama tersebut.
Orangtua Bunga, HS mengaku malah mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari perwakilan keluarga oknum pemuka agama ketika hendak terjadi perdamaian.
Baca juga: Kasus Dugaan Prostitusi Online di Batam, Polsek Batuaji Tetapkan Sejumlah Tersangka
Baca juga: Kasus Pencabulan Anak di Anambas Tinggi, Tapi KPPAD Belum Punya Call Center, Mengapa?
Ia mengaku tidak pernah ada niat untuk melaporkan orang yang seharusnya menjadi teladan bagi umatnya itu.
"Saat mau proses perdamaian, ada ungkapan mereka bahwa anak saya yang selaku memeluk dia (oknum pemuka agama) setiap bertemu.
Karena adanya kata kata itu . Istri saya akhirnya tidak mau berdamai dan meminta untuk membuat laporan ke polisi," kata Hs.
Ia menceritakan, perdamaian sesuai saran dari Kumpulan Serikat Tolong Menolong (STM) tempat mereka tinggal.
Itu setelah mereka memutuskan untuk pindah lokasi untuk beribadah dari tempat ibadah sebelumnya.
Hs, menceritakan kronologis kejadian, dimana sekitar enam bulan lalu ketika anaknya aktif dalam berbagai kegiatan di rumah ibadah.
Namun seiring berjalannya waktu, anaknya merasa tidak nyaman saat pergi ke rumah ibadah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/ilustrasi-pelecehan-seksualr.jpg)