Breaking News:

Dirjen WHO: Dunia Mungkin Lelah Hadapi Pandemi, Tapi Virus ini 'Tidak Pernah Lelah dengan Kita'

Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin (9/11/2020) meminta semua warga dunia untuk terus memerangi Covid-19, memperingatkan bahwa, meskipun kita ...

Penulis: Lia Sisvita Dinatri | Editor: Lia Sisvita Dinatri
Channel News Asia
Dirjen WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan bahwa virus itu (corona) "tidak melihat retorika politik atau teori konspirasi". (Foto: AFP / Fabrice Coffrini) 

TRIBUNBATAM.id, GENEVA - Dirjen Organisasi Kesehatan Dunia, Tedros Adhanom Ghebreyesus pada Senin (9/11/2020) meminta semua warga dunia untuk terus memerangi Covid-19, memperingatkan bahwa, meskipun kita mungkin muak melawan pandemi, namun virus itu "tidak pernah lelah dengan kita". 

Tedros berbicara di hadapan majelis tahunan utama WHO yang dilanjutkan kemarin setelah sebelumnya dihentikan pada Mei lalu. 

Pria asal Eritrea itu juga memberi selamat atas terpilihnya Joe Biden sebagai Presiden Amerika Serikat berikutnya, dan berharap kemenangannya dapat membuat kerja sama dunia semakin erat untuk mengakhiri pandemi

Biden telah mengisyaratkan bahwa pemerintahannya akan membatalkan keputusan Donald Trump untuk menarik Amerika Serikat dari WHO. AS sendiri adalah donatur utama badan PBB tersebut. 

Kata Tedros, sangat penting bagi orang-orang itu menuruti sains dan menahan keinginan untuk menutup mata pada virus corona. 

"Kita mungkin lelah dengan Covid-19, tapi (virus) itu tidak lelah terhadap kita," ujarnya, seperti dilansir dari Channel News Asia

Tedros yang berbicara dari tempat karantina setelah berkontak dengan seseorang yang dites positif corona, memperingatkan bahwa virus itu memanfaatkan kelemahan manusia.

Baca juga: Pidato Kemenangan Biden; Satukan Kembali Amerika, Bersumpah Akan Menjadi Presiden untuk Semua

Baca juga: Diizinkan oleh FDA, AstraZeneca akan Lanjutkan Uji Coba Vaksin Covid-19 di AS

"(Virus) itu memangsa mereka yang kesehatannya lebih lemah, tapi juga memangsa kelemahan-kelemahan lain: ketidaksetaraan, perpecahan, penyangkalan, angan-angan dan ketidaktahuan yang disengaja," terangnya.
"Kita tidak bisa bernegosiasi dengannya, atau menutup mata kita dan berharap dia pergi."

"(Virus) itu tidak peduli retorika politik atau teori konspirasi. Satu-satunya harapan kita adalah sains, solusi, dan solidaritas," lanjutnya.

Komentar Tedros dilontarkan setelah Covid-19 menewaskan lebih dari 1,25 juta orang dan menginfeksi lebih dari 50 juta manusia di seluruh dunia, sejak pertama kali muncul di China akhir tahun lalu.

Tedros juga memperingatkan bahwa pandemi ini mengungkap kebutuhan dunia untuk kembali ke tujuan bersama, yang dalam beberapa tahun terkikis oleh pasang surut nasionalisme dan isolasionisme yang salah arah. 

"Kita perlu menata kembali kepemimpinan, yang dibangun di atas rasa saling percaya dan akuntabilitas, untuk mengakhiri pandemi dan mengatasi ketidaksetaraan mendasar yang menjadi akar dari begitu banyaknya masalah dunia," kata Tedros.  (*) 

Baca juga: Aksi Pengeroyokan dan Tawuran di SPBU Ngaliyan Semarang, Polisi Buru Pelaku

Baca juga: Satpolair Polresta Barelang Tangani Kasus Wanita Lompat dari Jembatan Barelang

Baca juga: 6 Cara Ampuh Menghilangkan Noda Tinta pada Pakaian, Manfaatkan Bahan-bahan Ini

Baca juga: Resep Mi Tek-tek Goreng, Menu Sederhana untuk Makan Malam, Pemula Wajib Coba

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved