Soal Ledakan Bom di Jeddah, Arab Saudi: Perancis sampai Amerika Serikat Kompak Sebut Pengecut
Aksi bom itu terjadi saat upacara internasional dalam rangka memperingati akhir Perang Dunia I.
TRIBUNBATAM.id, JEDDAH- Ledakan bom terjadi di Jeddah, Arab Saudi.
Ledakan tersebut terjadi pada Rabu 11 November 2020.
Dalam peristiwa tersebut, pejabat resmi mengungkapkan setidaknya tiga orang dilaporkan terluka.
Baca juga: Besok, 1 November 2020, Rombongan Pertama Jemaah Umrah Indonesia Akan Berangkat ke Jeddah
Baca juga: Arab Saudi Buka Penerbangan Internasional Mulai 16 September, KJRI Jeddah Bicara Soal Umrah
Aksi bom itu terjadi saat upacara internasional dalam rangka memperingati akhir Perang Dunia I.
Sejumlah perwakilan negara diketahui menghadiri acara tersebut.
Baca juga: Jemaah Haji 2020 Gelombang Pertama Tiba di Jeddah, Gunakan Jalur Khusus di Bandara
Baca juga: Jeddah Lockdown Lagi Usai Kasus Baru Covid-19 Meningkat, Berlakukan Jam Malam Hingga Masjid Ditutup
Dikutip Tribunnews dari AlJazeera, pihak Arab Saudi melalui kantor berita negara, SPA, mengatakan penyelidikan sedang dilakukan.
Terkait ledakan itu, kedutaan besar Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat - yang semuanya terkait dengan upacara peringatan akhir Perang Dunia I - kompak menyebut serangan bom sebagai tindakan pengecut.
"Press rilis Kedutaan Besar Inggris terkait serangan di pemakaman Jeddah hari ini.
Kami mengutuk keras serangan pengecut ini, berharap mereka yang terluka segera pulih, dan mendukung otoritas Saudi menyelidiki serangan ini," cuit Kedutaan Besar (Kedubes) Inggris, Rabu.
Dalam pernyataan yang dicantumkan Kedubes Inggris di Twitter, tertulis Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat, sepakat mengutuk aksi bom di Jeddah.
"11 November 2020
Pres rilis dari kedutaan besar Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat.
Pagi ini, di pemakaman Jeddah, sebuah upacara peringatan akhir Perang Dunia I menjadi target serangan ledakan.
Kedubes Prancis, Yunani, Italia, Inggris, dan Amerika Serikat, yang menghadiri upacara tersebut, benar-benar mengutuk tindakan pengecut ini.
Serangan seperti itu terhadap orang tak bersalah, sangat memalukan dan sepenuhnya tidak bisa dibenarkan.
Kami berharap korban terluka bisa segera pulih, dan terima kasih pada keberanian Saudi yang telah membantu mereka saat kejadian.
Kami mendukung otoritas Saudi dalam penyelidikan dan mengusut pelaku."
Baca juga: Antisipasi Kasus Baru Covid-19, Kota Jeddah di Arab Saudi Lockdown Lagi Selama 15 Hari
Baca juga: Ada Lonjakan Baru Kasus Covid-19, Arab Saudi Kembali Terapkan Lockdown di Jeddah Selama 15 Hari
Dilansir Tribunnews yang mengutip The Independent, Nadia Chaaya, seorang pejabat yang mewakili warga negara Prancis yang tinggal di Arab Saudi, menghadiri upacara saat ledakan terjadi.
Dia mengatakan kepada Associated Press ada sekitar 20 orang dari berbagai negara yang hadir.
Dia sebelumnya mengatakan pada jaringan Prancis BFM, dia mendengar ledakan ketika konsul jenderal Prancis mendekati akhir pidatonya.
“Kami tentu saja dalam mode pank, kami sangat takut untuk melihat apakah akan ada gelombang kedua,” katanya.
Sementara itu, seorang Pejabat Saudi mengatakan penyelidikan sedang dilakukan.
(Tribunnews.com/Pravitri Retno W/Garudea Prabawati)
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Soal Ledakan Bom di Jeddah, Arab Saudi, Prancis hingga Amerika Serikat Kompak Sebut Pengecut
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/12112020_bom-di-jeddah.jpg)