Breaking News:

Sri Mulyani Tak Mau Terlalu Buka-bukaann Terkait Utang Negara Karena Sering Digoreng Politisi

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tidak menutupi besaran utang, namun untuk rinciannya tidak dijelaskan karena berisiko dipolitisasi.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Menteri Keuangan Sri Mulyani enggan membeberkan secara gampblang jumlah utang negara 

TRIBUNBATAM.di |JAKARTA - Isu Utang negara menjadi salah satu isu paling sentral digoreng dalam politik sejauh ini.

Kementerian Keuangan menyatakan, terus menjaga transparansi keuangan negara, termasuk membuka besaran utang Indonesia.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengaku tidak menutupi besaran utang, namun untuk rinciannya tidak dijelaskan karena berisiko dipolitisasi.

"Kalau transparansi publik, kita akan jaga terus karena tidak ada yang ditutup-tutupi. Mungkin saya melihat dinamika di masyarakat itu melihatnya sepotong-sepotong, sehingga menimbulkan isu politik yang terlalu dipolitisasi kepada satu arah," ujarnya dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Baca juga: Profil Lael Brainard, Wanita Cantik Calon Kuat Menteri Keuangan AS Pilihan Joe Biden

Baca juga: Kapolres Copot Anak Buahnya karena Utang: Mungkin Karena Gak Mampu Bayar, Jadi Kabur

Menurut dia, ada saja pihak yang memang sengaja membuat informasi utang negara dari satu segmen saja, sehingga menimbulkan disinfomasi.

"Jadi, kami juga melihat lho ini kita memberikan informasi yang banyak, tapi kemudian malah digoreng-goreng. Gitu lho," kata Sri Mulyani.

Sementara itu, eks direktur pelaksana Bank Dunia itu menambahkan, dirinya siap jika ada yang mau berdebat terkait utang asal sesuai substansi.

Minister of Finance, Sri Mulyani
Minister of Finance, Sri Mulyani (kompas.com)

"Kalau debatnya sehat, kami tidak masalah, tapi masyarakat kadang membuatnya secara tidak sehat," pungkasnya.

Dapat Pinjaman dana Untuk tangani Covid-19

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengumumkan pinjaman dari Australia kepada Indonesia sebesar 1,5 miliar dolar Australia.

Halaman
123
Editor: Eko Setiawan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved