Sabtu, 18 April 2026

PILKADA KEPRI

KPU Kepri Minta Paslon di Pilkada Kepri Kawal Protokol Kesehatan, Cegah Penyebaran Virus Corona

Menurut KPU Kepri, kewajiban paslon untuk menerapkan protokol kesehatan di Pilkada Kepri sudah diatur dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

Penulis: Endra Kaputra | Editor: Septyan Mulia Rohman
TRIBUNBATAM.ID/ENDRA KAPUTRA
KPU KEPRI - Ketua KPU Kepri Sriwati menegaskan tiap paslon di Pilkada Kepri wajib kawal protokol kesehatan. 

Editor: Septyan Mulia Rohman

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kepri meminta pasangan calon (paslon) Pilkada Kepri untuk patuh protokol kesehatan.

Ketua KPU Kepri Sriwati menegaskan, hal itu sudah diatur dalam PKPU Nomor 13 Tahun 2020.

Penerapan protokol kesehatan ini, menurutnya penting untuk mencegah penyebaran virus Corona di Kepri.

Terdapat tiga pasangan calon di Pilgub Kepri. Selain pasangan Soerya Respationo dan Iman Sutiawan, ada juga dua pasangan calon lain seperti Isdianto dan Suryani serta Ansar Ahmad dan Marlin Agustina.

Covid-19 sebelumnya menyerang KPU Kepri. Data terakhir, tiga komisioner dan satu staf positif virus Corona.

"Sudah jelas itu. Kan sudah ada di PKPU nomor 13 tahun 2020. Selama pandemi, seluruh paslon di Pilkada Kepri wajib menaati itu," ucapnya, Jumat (13/11/2020).

Dijelaskannya, dalam masa pandemi saat ini ketentuan berkampanye pun sudah diatur sesuai aturan berlaku.

Sriwati menjelaskan, sebagian staf di KPU Kepri mulai masuk kantor sejak pihaknya memberlakukan WFH akibat tiga komisioner dan satu stafnya positif Corona.

Saat ini pihaknya bersama jajaran KPU Kabupaten/Kota masih menunggu proses kedatangan logistik.

"Sebagian sudah ada yang masuk kantor. Tapi tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kami masih menunggu kedatangan logistik ke Kepri. Pengantarannya logistiknya nanti langsung ke kabupaten/kota," ucapnya.

KPU Kepri Terapkan WFH

Komisi Pemilihan Umum atau KPU Kepri memberlakukan bekerja dari rumah (WFH) untuk para stafnya.

Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona, terlebih setelah satu komisioner KPU Kepri positif Covid-19.

Ketua KPU Kepri Sriwati optimis, dengan kondisi kesehatannya.

Kepada TribunBatam.id, ia mengaku tidak berkegiatan bersama dengan komisioner KPU Kepri yang positif Corona.

Kabar satu komisioner KPU Kepri berinisial PH positif Covid-19 itu pun, belakangan baru ia ketahui.

Baca juga: Pjs Bupati Bintan Ingatkan Protokol Kesehatan di Pilkada Bintan, Jangan ada Klaster Corona Baru

Baca juga: PILKADA KEPRI - Suryani Silaturahmi Dengan Pengerak UMKM di Tiban, Isdianto Kampanye di Karimun

KPU KEPRI - KPU Kepri minta tiap paslon kawan protokol kesehatan. Tampak anggota KPU Kepri saat sesi foto bersama peserta rapat pleno.
KPU KEPRI - KPU Kepri minta tiap paslon kawan protokol kesehatan. Tampak anggota KPU Kepri saat sesi foto bersama peserta rapat pleno. (Tribunbatam.id/Thom Limahekin)

Seluruh komisioner saat ini sedang menunggu hasil swab.

"Kalau reaktif sudah tahu saya, tapi hasil swabnya baru tahu.

Kalau saya biasa saja, tetap yakin kalau sehat-sehat aja.

Tapi untuk memastikan, kami ikuti arahan gugus tugas untuk mengikuti swab test serta karantina mandiri," ucapnya, Selasa (3/11/2020).

Sriwati juga menyampaikan, aktivitas yang dilakukan rutin di rumah setiap hari.

Sebelum menjalani uji usap itu, ia biasa meluangkan waktu untuk olahraga pagi dan berjemur.

"Jadi jauh hari memang saya terus terapkan olahraga rutin di rumah.

Saya juga berjemur pagi, wajib itu," sebutnya.

Reaksi Pjs Gubernur Kepri

Penjabat sementara (Pjs) Gubernur Kepri Bahtiar Baharuddin menanggapi santai komisioner KPU Kepri yang positif Corona.

Menurutnya, Provinsi Kepri masih menjalankan Pilkada Sehat 2020.

Bahtiar menegaskan jika siapa saja bisa terserang virus Corona yang belum diketahui obatnya ini.

Yang terpenting baginya adalah bagaimana menjaga imun tubuh agar terhindar dari Covid-19 ini.

"Biasa aja. Ingat virus ini bukan aib," ucapnya saat berada di Batam Center, Selasa (3/11/2020) .

Ia sudah meminta Kadinkes Provinsi dan Direktur Rumah Sakit agar petugas KPU yang terjangkit virus Covid-19 ditangani secara khusus.

Menurutnya Pilkada tetap berjalan sebagaimana mestinya. Tak ada teknis Pilkada yang dievaluasi.

Melainkan yang harus ditekan adalah menangani masalah kasus Covid-19 ini.

"Pilkada tidak terganggu. Pelaksanaannya 9 Desember 2020 jadi masih lama," katanya.

Pihaknya sebagai mitra KPU dan Bawaslu, ia meminta RS dan Kadinkes melakukan perawatan.(TribunBatam.id/Endra Kaputra/Roma Uly Sianturi)

Baca juga berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved