Breaking News:

Anwar Ibrahim Disebut Tak Pantas Jabat PM Malaysia, Mahathir: 'Samasekali tidak Membantu Negara'

Mahathir sendiri memecat Anwar yang saat itu terkena tuduhan sodomi dan korupsi, di mana dia dipenjara hingga September 2004 sebelum dibatalkan ...

Editor: Lia Sisvita Dinatri
twitter/anwaribrahim/kredit foto Keow Wee Leong
Anwar Ibrahim saat memenangi Pemilu Sela di Port Dickson 

TRIBUNBATAM.id, PUTRAJAYA -  Anwar Ibrahim menyatakan statement bahwa dia akan melakoni caranya sendiri jika Mahathir Mohamad terus mengungkit-ungkit masalah mereka di masa lalu. 

Pasang surut hubungan mereka turut mewarnai politik di Malaysia

Saat wawancara dengan Malaysia Gazette, Anwar berkata, wajar jika dia merasa kecewa dengan berbagai permasalahan yang terjadi dalam hidupnya. 

Salah satunya adalah saat dilengserkan dan dipenjarakan oleh Mahathir pada tahun 1998, saat dia masih menjadi wakil PM, atas tuduhan sodomi. 

Meski sempat memanas, Anwar kemudian menyatakan, dia bisa menjalin kerja sama yang baik dengan politisi berjuluk Dr M itu pada 2018.

Saat itu, keduanya bergandengan tangan dan bersatu dalam aliansi Pakatan Harapan untuk mengalahkan Najib Razak dan Barisan Nasional. 

"Namun, kita jelas tak bisa terus-menerus mengulangi drama dan saling tikung. Jadi, bagi saya sudah cukup. Saya akan ikut cara saya sendiri," tegas Anwar Ibrahim, dikutip dari Today Online, Selasa (17/11/2020).

Wawancara itu muncul setelah The Malaysian Insight merilis pernyataan Mahathir Mohamad, di mana dia mengkritik seteru politiknya itu. 

Mantan PM Malaysia berusia 95 tahun tersebut menyatakan bahwa Anwar tidak cocok jika menjadi orang nomor satu di "Negeri Jiran". 

Baca juga: Penanganan Covid-19, Temasek Singapura Kembali Bantu Peralatan Medis untuk Kepri & Daerah Lainnya

Baca juga: Sempat Bermasalah di Brasil, Kini Sinovac Klaim Vaksinnya Picu Respon Imun yang Cepat

 

Dr M mengklaim bahwa dia menyimpulkannya berdasarkan penanganan yang dilakukan Anwar ketika krisis finansial 1997/1998 melanda dunia. 

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved