Breaking News:

Anwar Ibrahim Juga Ungkit Masa Lalu Mahathir Mohamad; Jika Saya Tak Dukung, Dia Kalah Tahun 1987

Anwar Ibrahim mengatakan Mahathir Mohamad harus ingat dia telah mendukungnya saat bersaing dengan Tengku Razaleigh Hamzah untuk calon presiden UMNO

abcnews
Anwar Ibrahim dan Mahathir Mohamad 

Pendiri Pejuang Tanah Air (Pejuang) yang dikutip TMI mengatakan Anwar dengan ceroboh mengikuti saran IMF dan Bank Dunia dengan kemungkinan merugikan perekonomian Malaysia.

Mantan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengacungkan ibu jari ke arah para pendukungnya saat meninggalkan RS Cheras, Kuala Lumpur, Rabu (16/5/2018).
Mantan pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim mengacungkan ibu jari ke arah para pendukungnya saat meninggalkan RS Cheras, Kuala Lumpur, Rabu (16/5/2018). (AFP/MOHD RASFAN)

Baca juga: Hasil Bosnia vs Italia, Andrea Belotti & Berardi Cetak Gol, Italia Menang, Azzurri ke Final Four

“Dia selalu mengikuti Bank Dunia dan IMF. Saya mengatakan kepadanya sebelumnya jika kami mengikuti saran mereka, negara kami tidak akan memiliki cukup dana bahkan untuk membayar gaji. Tapi dia terus mendukung mereka, ”katanya.

Dalam wawancara yang sama, Mahathir membenarkan baik dia maupun Pejuang adalah bagian dari rencana Anwar untuk membentuk pemerintahan baru.

“Meskipun Bersatu sudah meninggalkan Pakatan Harapan (PH), beberapa orang lainnya dan saya masih bersedia bekerja sama dengan PH untuk mengembalikan amanah kepada masyarakat.”

"Kami bisa mendapatkan mayoritas tetapi Anwar menolak bekerja sama dengan kami - saya terutama," kata Mahathir seperti dikutip.

Mahathir melanjutkan, untuk mengulangi keraguan sebelumnya bahwa Anwar memiliki dukungan di Parlemen untuk membentuk pemerintahan baru.

“Saya curiga, jika saya berjanji dia menjadi perdana menteri, banyak pendukung saya yang menolak gagasan itu."

"Mungkin itu akan menyebabkan tidak ada mayoritas sama sekali, ”katanya.

Mahathir Mohamad saat wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020.
Mahathir Mohamad saat wawancara dengan Reuters di Kuala Lumpur, Malaysia, 13 Maret 2020. (Kompas.com)

Pada September 2020 lalu, Anwar mengklaim dirinya memiliki mayoritas yang kuat, meyakinkan, dan tangguh untuk membentuk pemerintahan baru.

Namun dia masih menunggu Agong bertemu dengan pimpinan partai politik lainnya untuk mendukung klaimnya.

Halaman
1234
Penulis: Mairi Nandarson
Editor: Mairi Nandarson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved