Selasa, 5 Mei 2026

Pemerintahan Jokowi Tarik Utang Baru Rp 9,1 Triliun dari Jerman, Rizal Ramli Mengkritik

Indonesia resmi mengikat pinjaman bilateral Rp 9,1 triliun dengan Jerman, yang dananya dipakai untuk penanggulangan pandemi Covid-19

Tayang: | Diperbarui:
BPMI Setpres/Laily Rachev
Pemerintahan Jokowi kembali menarik utang baru senilai Rp 9,1 triliun dari Jerman, yang penggunaannya untuk penanggulangan Covid-19 

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pinjaman dari Pemerintah Australia tersebut merupakan dukungan yang memberi ruang bari pemerintah melakukan manufer kebijakan dalam penanganan pandemi.

Di sisi lain juga mengurangi risiko beban fiskal lantaran keuangan negara dihadapkan pada defisit yang kian melebar, yakni di kisaran 6,34 persen hingga akhir tahun.

"Dengan ini, kami tidak hanya bisa membantu masyarakat, menangani Covid-19, membantu pelaku usaha , UMKM, namun juga yang terpenting menjaga keamanan dan keberlanjutan fiskal," ujar dia.

Dia pun menjelaskan, pinjaman tersebut harus dilunasi kembali kepada Pemerintah Australia dalam jangka waktu 15 tahun.

Menurut Sri Mulyani, pinjaman dari Pemerintah Australia itu mendukung program yang dipimpin oleh Bank Pembangunan Asia (ADB), yakni Covid-19 Active Response and Expenditure Program.

"Pinjaman tersebut dibangun di atas hubungan ekonomi kami yang berharga dan catatan kerja sama bilateral yang kuat.

Australia dan Indonesia adalah tetangga, sahabat, dan mitra strategis komprehensif, dan kami berkomitmen untuk saling mendukung melalui krisis ini," ujar dia.

Menuai kritik

Kebijakan menarik utang luar negeri pemerintah Presiden Jokowi untuk mengatasi corona menuai banyak kritikan, lantaran beban utang Indonesia saat ini dinilai sudah cukup tinggi.

Kritik salah satunya datang dari mantan Menteri Keuangan ( Menkeu ) Rizal Ramli.

Ia menyebut, pemerintah dinilai keliru jika terus menambah utang luar negeri.

Baca juga: 7 Negara Ini Punya Jumlah Utang Terbesar ke China, Yuk Cek Jumlah Utang Indonesia ke China

"Terbitkan surat utang ( bonds ) bunganya semakin mahal.

Untuk bayar bunga utang saja, harus ngutang lagi. Makin parah," tulis Rizal Ramli di akun Twitter pribadinya.

Rizal Ramli yang juga mantan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Indonesia di Era Presiden Jokowi tersebut berujar, Indonesia mulai kembali menumpuk utang dari pinjaman bilateral setelah sebelumnya banyak menarik utang dari obligasi.

"Makanya mulai ganti stratetegi jadi 'pengemis utang bilateral' dari satu negara ke negara lain,, itu pun dapatnya recehan wajah menyeringai itu yang bikin shock," tulisnya Rizal Ramli.

.

.

.

Baca berita menarik lain di Google

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Jokowi Tarik Utang Baru Rp 9,1 Triliun dari Jerman

(*)

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved