Selasa, 21 April 2026

Pemerintahan Jokowi Tarik Utang Baru Rp 9,1 Triliun dari Jerman, Rizal Ramli Mengkritik

Indonesia resmi mengikat pinjaman bilateral Rp 9,1 triliun dengan Jerman, yang dananya dipakai untuk penanggulangan pandemi Covid-19

|
BPMI Setpres/Laily Rachev
Pemerintahan Jokowi kembali menarik utang baru senilai Rp 9,1 triliun dari Jerman, yang penggunaannya untuk penanggulangan Covid-19 

Pemerintahan Jokowi Tarik Utang Baru Rp 9,1 Triliun dari Jerman, Rizal Ramli Mengkritik

TRIBUNBATAM.ID - Indonesia resmi mengikat pinjaman bilateral Rp 9,1 triliun dengan Jerman.

Perjanjian utang itu ditandatangani terpisah di kantor Bank Pembangunan Jerman (KfW) di Frankurt, Jerman dan di Kementerian Keuangan, Jakarta.

Pengumuman itu disampaikan lewat Kedutaan Besar Republik Federal Jerman, yang mengumumkan baru saja melakukan MoU kesepakatan utang senilai 550 juta Euro dengan Indonesia.

Baca juga: Sri Mulyani Tak Mau Terlalu Buka-bukaann Terkait Utang Negara Karena Sering Digoreng Politisi

Baca juga: Menko Luhut Pandjaitan Sudah Tak Sabar Hadapi Debat dengan Rizal Ramli soal Utang Negara

"Perjanjian pinjaman senilai 550 juta Euro telah ditandatangani secara terpisah di kantor Bank Pembangunan Jerman KfW di Frankfurt dan di Kementerian Keuangan di Jakarta, menyesuaikan dengan kondisi pandemi," tulis Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia di akun Twitter resmi Kedutaan Besar Jerman untuk Indonesia dikutip Sabtu (21/11/2020).

Di halaman Facebook akun resmi Kedutaan Besar Jerman, penarikan utang dari pemerintah Indonesia tersebut dilakukan dalam rangka program Covid-19 Active Response and Expenditure Support atau CARES.

Program CARES sendiri adalah program penanganan virus corona dengan berbagai kegiatan, seperti penyediaan alat medis, peningkatan ekonomi dan bantuan terarah untuk kelompok rentan.

Selain untuk penanganan Covid-19, utang baru dari Jerman tersebut digunakan pemerintah Indonesia untuk pembangunan rumah sakit pendidikan di Makassar dan Malang.

Baca juga: Di ILC, Sherly Annavita Soroti Utang Negara, Bersama Rocky Gerung Kritik Jokowi Soal Ibu Kota Pindah

Lantaran adanya pandemi Covid-19, kesepakatan penandatanganan utang dilakukan jarak jauh (virtual), baik di kantor KfW di Jerman maupun kantor Kementerian Keuangan di Jakarta.

Indonesia diwakili Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman di kantor Kemenkeu dan Kepala Bagian Sustainable Economic Development East dan South East Asia KfW, Florian Sekinger.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia juga mendapat pinjaman dari Pemerintah Australia dengan nilai mencapai 1,5 miliar dollar Australia.

Angka tersebut setara dengan Rp 15,45 triliun.

Menteri Keuangan Australia Josh Frydenberg mengatakan, uang pinjaman tersebut diberikan lantaran Indonesia dinilai memiliki ketahanan dan proses pemulihan yang cenderung cepat pada masa pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca juga: Utang Indonesia Terus Bertambah di Tengah Pandemi Covid-19, Bagaimana Pemerintah Melunasinya?

"Bantuan ini merefleksikan situasi yang harus kita hadapi bersama.

Selain itu, juga berkaitan dengan reputasi Indonesia terkait dengan manajemen fiskal," ujar dia dalam konferensi pers bersama dengan Pemerintah Indonesia secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved