PILKADA BATAM
Debat Calon Wali Kota Batam, Rudi-Amsakar Ajak Masyarakat Datang ke TPS & Jaga Protokol Kesehatan
Mendekati akhir debat calon wali Kota Batam, paslon Rudi-Amsakar mengajak masyarakat Batam datang ke TPS dan menerapkan protokol kesehatan
Editor: Dewi Haryati
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Sebelum acara debat Calon Wali Kota Batam berakhir, kedua paslon Pilkada Batam diberi kesempatan menyampaikan pernyataan penutupnya.
Baik paslon Lukita Dinarsyah Tuwo-Abdul Basyid dan Muhammad Rudi-Amsakar Achmad diberikan durasi waktu selama 1,5 menit.
Waktu yang singkat ini dimanfaatkan paslon nomor urut 2, Rudi-Amsakar untuk mengajak masyarakat Batam datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS). Selain itu. masyarakat juga diminta tetap menjaga protokol kesehatan di masa Covid-19.
Di sesi ini, Rudi menyampaikan kata-kata penutupnya secara santai dan tegas.
"Masyarakat Batam yang kami banggakan, Covid-19 sangat berpengaruh terhadap ekonomi. Kita haruskan pulihkan kembali.
Menang atau kalah, itu kehendak Allah SWT. Mari bersama Ramah kita jemput gemilang. Jika dipercaya membimbing Batam, kami akan memberikan yang terbaik," kata Rudi.
"Datang ke TPS, protokol kesehatan harus dijaga," kata Amsakar menambahkan.
Sebelumnya diberitakan, kedua pasangan calon (paslon) Pilkada Batam diperkenankan bertanya kepada calon lainnya, di salah satu sesi ajang debat calon Wali Kota Batam.
Calon Wali Kota Batam nomor urut 2, Muhammad Rudi menjawab pertanyaan paslon Nomor Urut 01 di acara debat Calon Wali Kota Batam itu.
Saat itu Muhammad Rudi tampak santai menjawab pertanyaan dari paslon Lukita-Basyid terkait Free Trade Zone (FTZ).
Menurutnya FTZ masih relevan.
"Terima kasih paslon nomor 1. Bapak/ibu mungkin belum mengetahui UU Omnibuslaw sudah selesai, tinggal PP-nya saja yang belum," kata Rudi, Rabu (25/11/2020) sebagaimana yang disiarkan di Batam TV.
Baca juga: Debat Calon Wali Kota Batam, Ini Jawaban Lukita-Basyid Ditanya Strategi Pemulihan Sektor Pariwisata
Menurutnya, Batam sudah FTZ, barang yang masuk masih seperti dari luar negeri. Ada biaya yang keluar. Maka keluarlah pembatasan barang keluar dari Batam. Karena itu kebijakan kepabeanan.
"Dalam jangka waktu dekat, kita akan minta kepada menteri keuangan akan ada penambahan bagi pedagang online. Barang yang tidak bisa keluar, bisa dipermudah. Kalau terkabulkan, maka terjawablah solusi paslon nomor 1," kata Rudi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2511suasana-debat-calon-wali-kota-batam.jpg)