PROTOKOL Kesehatan Covid-19 di HKBP dan Gereja Katolik Tanjungpinang, Umat Tidak Boleh Jabat Tangan
Penerapan protokol kesehatan Covid-19 di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) dan Gereja Katolik Kristus Raja Kota Tanjungpinang.
Penulis: Thom Limahekin | Editor: Thom Limahekin
Editor: Thomm Limahekin
TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Suasana ibadah dengan protokol kesehatan Covid-19 terlihat di Gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP), Kawasan Kampung Baru, Kota Tanjungpinang, Minggu (29/11/2020) siang.
Sejumlah jemaat begitu khusyuk mengikuti ibadah yang dipandu oleh Sintua Gereja (Majelis Gereja-red) tersebut.
Semua kemaat tampak memakai masker; mereka duduk berjarak sekitar 1 meter sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.
Bahkan imbauan juga disampaikan dalam warta jemaat gereja yang mengajak umat untuk memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan tidak diperkenankan berjabat tangan.
Seorang jemaat gereja, Togap Simanungkalit mengungkapkan kesan yang dirasakan pada saat beribadah dengan penerapan protokol kesehatan Covid-19 itu.
Baca juga: Gereja Paroki Santo Damian Gelar Ibadah Secara Tatap Muka, Kawal Ketat Protokol Kesehatan Covid-19
"Sekarang jauh lebih nyaman dan suasana ibadahnya juga lebih terasa dibanding sebelumnya saat ibadah di luar.
Protokol kesehatan juga tetap diterapkan khususnya jarak bangku dibuat 1 meter dengan bangku lainnya," ujar Togap.
Tidak hanya di HKBP, protokol kesehatan Covid-19 dalam beribadah juga diterapkan di Gereja Katolik Kristus Raja, Paroki Hati Santa Perawan Maria Tak Bernoda, Batu Kucing, Kota Tanjungpinang.
Selama beberapa bulan terakhir, Perayaan Ekaristi dengan disiplin protokol kesehatan Covid-19 sudah diberlakukan di gereja tersebut.
Ketika memasuki halaman gereja, setiap umat akan menjalani tes suhu tubuh yang dilakukan oleh petugas yang sudah berjaga di gerbang gereja.
Baca juga: Dalam 2 Minggu, Denda Protokol Kesehatan Terkumpul Rp 14 Juta di Tanjungpinang
Umat juga diarahkan untuk mencuci tangan pada tempat yang sudah disediakan oleh panitia gereja.
Adapun tempat cuci tangan dirancang sedemikian supaya umat tidak memegang keran air karena semua sistem keran digerakkan oleh kaki saja.
Di dalam gereja, umat juga diatur duduk sedemikian sehingga jarak antara satu umat dengan umat lain senantiasa terjaga dengan baik.
Baca juga: Virus Corona di Anambas Serang Kejaksaan, Dua Pasien Positif Covid-19 Jalani Isolasi Mandiri
Umat juga diatur supaya tetap duduk pada tempat yang sama setiap kali datang ke gereja untuk mengikuti ibadah dan perayaan liturgi lainnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/gereja-katolik-hati-santa-maria-tak-bernoda.jpg)