Breaking News:

HARI AIDS SEDUNIA

Tema Hari Aids Sedunia 2020 Solidaritas Global, Inilah Beda antara HIV dengan Aids

Hari Aids Sedunia diperingati 1 Desember, berikut perbedaan antara HIV dengan Aids

freepik.com
HARI AIDS SEDUNIA - Inilah sejarah Hari AIDS Sedunia yang diperingati setiap 1 Desember 

Karena tidak ada obatnya, infeksi HIV tidak pernah sembuh, walaupun AIDS tidak pernah berkembang.

HIV dapat ditularkan dari orang ke orang

Karena HIV adalah virus, ia dapat ditularkan di antara orang-orang seperti virus lainnya. 

AIDS adalah kondisi yang didapat seseorang hanya setelah mereka tertular HIV.

Virus ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui pertukaran cairan tubuh.

Paling umum, HIV ditularkan melalui hubungan seks tanpa kondom atau jarum suntik bersama.

Kurang dari itu, seorang ibu dapat menularkan virus ke anaknya selama kehamilan.

HIV tidak selalu menimbulkan gejala

HIV biasanya menyebabkan gejala mirip flu sekitar dua hingga empat minggu setelah penularan.

Jangka waktu singkat ini disebut infeksi akut.

Sistem kekebalan mengendalikan infeksi.

Sistem kekebalan tidak dapat sepenuhnya menghilangkan HIV, tetapi dapat mengendalikannya untuk waktu yang lama. 

Selama masa laten ini, yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun, seseorang dengan HIV mungkin tidak mengalami gejala sama sekali. 

Namun, tanpa terapi antiretroviral, orang tersebut dapat mengembangkan AIDS dan akibatnya akan mengalami banyak gejala yang terkait dengan kondisi tersebut.

Pengobatan dan harapan hidup

Jika HIV berkembang menjadi HIV stadium 3, harapan hidup turun secara signifikan. 

Sulit untuk memperbaiki kerusakan pada sistem kekebalan saat ini.

Infeksi dan kondisi lain, seperti kanker terjadi akibat kerusakan sistem kekebalan yang parah sering terjadi. 

Namun, dengan terapi antiretroviral yang berhasil dan beberapa pemulihan sistem kekebalan, banyak orang dengan HIV stadium 3 hidup lama.

Dengan pengobatan infeksi HIV, orang dapat hidup dengan HIV dan tidak pernah mengembangkan AIDS.

 Inilah tema untuk peringatan Hari AIDS Sedunia 2020.

Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia.

Selama ini kita mengenal AIDS sebagai penyakit mematikan yang tak ada obatnya.

Penyakit yang disebabkan oleh virus HIV ini juga sering kali dikaitkan dengan kehidupan serba bebas, terutama kebebasan dalam berhubungan seksual yang tidak aman.

Akibatnya, tak sedikit penderita AIDS yang mendapatkan perilaku diskriminatif.

Mereka dikucilkan dari lingkungan, bahkan tak jarang mengalami kekerasan.

Mirisnya lagi, AIDS tak hanya berpotensi menular melalui hubungan seksual.

Bayi-bayi tak berdosa yang lahir dari penderita AIDS juga sangat berisiko tertular.

Tema Hari AIDS Sedunia

Meski dunia tengah menghadapi pandemi Covid-19 dengan angka kematian yang tinggi, HIV penyebab penyakit AIDS juga masih menjadi masalah global yang belum usai.

Hal ini diungkapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Menurutnya, HIV dan AIDS masih menjadi persoalan utama yang banyak diderita, meski memang cukup membaik sejak akhir 1990-an.

Akibat adanya pandemi, penanganan AIDS di seluruh dunia pun ikut terganggu.

Di negara dengan sistem kesehatan yang kurang maju, layanan pencegaha, pengujian, pengobatan hingga perawatan AIDS mengalami gangguan akibat pandemi.

Hal ini lantaran banyak tenaga medis yang dialihkan untuk lebih fokus dalam menangani Covid-19.

Tentu saja kendala ini bisa membuat risiko penularan penyakit ini menjadi lebih besar.

Akibatnya, angka kematian akibat AIDS pun turut meningkat.

Kendati demikian, berbagai inovasi layanan terus dilakukan agar kasus AIDS tak membengkak.

Harapannya, angka penularan menurun dan pasien tetap memperoleh perawatan terbaik.

WHO bergabung dengan mitra untuk memberikan penghormatan kepada semua orang yang bekerja untuk menyediakan layanan HIV dan AIDS.

WHO menyerukan kepada para pemimpin global dan warga untuk menggalang “Solidaritas Global” demi mempertahankan layanan penting HIV selama COVID 19 dan seterusnya.

Kampanye "Solidaritas Global" ini pun menjadi tema pada peringatan Hari AIDS Sedunia 2020.

Ini adalah seruan untuk fokus pada kelompok rentan yang sudah berisiko dan memperluas cakupan ke anak-anak dan remaja.

Tahun 2020 merupakan Tahun Perawat dan Bidan Internasional.

Kampanye ini menyerukan upaya perlindungan dan dukungan untuk para tenaga medis yang selama ini memberikan pelayanan akan penyakit AIDS.

Meski tahun ini lebih berat dari tahun-tahun sebelumnya, para tenaga medis tetap sigap dan siap dalam memberikan perawatan terbaik.

Tentu saja dengan "Solidaritas Global" yang baik, kita semua lebih siap dalam melawan penyakit dan menghadapi tantangan ini. (*)

Baca berita lainnya di Google.

Editor: Agus Tri Harsanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved