Kamis, 9 April 2026

PENANGANAN COVID

Benarkah Pasien Covid-19 Tak Menularkan Virus Setelah 10 Hari Isolasi? Ini Kata Kadinkes Batam

Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi bilang,ada aturan baru terkait isolasi pasien Covid-19.WHO menyebut apabila sudah 10 hari,Corona tak menularkan lagi

Editor: Dewi Haryati
TribunBatam.id/Ichwan Nur Fadillah
ATURAN BARU - Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi. Ia mengatakan, ada aturan baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bagi pasien Covid-19 yang sudah diisolasi selama 10 hari, tak perlu di-swab lagi. WHO menyebut apabila sudah 10 hari, virus Corona tak menularkan lagi. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Kepala Dinas Kesehatan Batam, Didi Kusmarjadi membantah ada pembayaran terhadap pasien yang menjalani swab test Covid-19.

"Kalau yang di BTKL gratis dan tak bayar," kata Didi, Selasa (1/12/2020).

Kecuali lanjutnya, yang bersangkutan melakukan pemeriksaan secara mandiri, seperti untuk keperluan kerja dan lainnya. Termasuk bagi pasien Covid-19 yang telah menjalani karantina dan mau di-swab lagi.

"Kalau dia sudah dikarantina 10 hari, mau di-swab lagi, dia bayar sendiri," ujarnya.

Kadinkes Batam Didi Kusmarjadi menerangkan, ada aturan baru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Bagi pasien yang sudah diisolasi selama 10 hari, tak perlu di-swab lagi.

Baca juga: Pemko Batam Perpanjang WFH hingga 7 Desember 2020, Putus Mata Rantai Covid-19

Baca juga: Semoga Lekas Sembuh! Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan Terkonfirmasi Positif Covid-19

Seusai masa isolasi, pasien terkonfirmasi positif Covid-19 sudah bisa langsung dipulangkan. WHO menyebut apabila sudah 10 hari, virus Corona tak menularkan lagi.

Diakuinya, kebijakan RSKI Galang tak memberitahu adanya pembayaran tersebut. Lantaran hubungan mereka langsung dengan pusat.

Sebelumnya, Didi mengatakan, penambahan pasien Covid-19 masih berasal dari klaster karyawan swasta. Disusul dari profesi ibu rumah tangga. Mengenai penambahan kasus yang belum bisa dihentikan, dokter spesialis kandungan ini mengungkapkan itu di luar kewenangan tenaga kesehatan.

Untuk penanganan warga yang masih melanggar protokol kesehatan itu ada tim terpadu yang mengawasi.

"Itu mungkin di Satpol PP dan timnya. Kalau kami sudah melaksanakan sesuai dengan aturan," katanya.

Sejauh ini pihaknya masih berupaya untuk menekan angka kasus dengan proses tracing. Mereka yang masuk kontak erat tetap yang paling utama dan prioritas untuk diperiksa. Hal ini guna menekan penyebaran dan mencegah lebih dini penularan virus.

Menurutnya Batam sudah cukup fokus dan serius menangani Covid-19. Namun memang virus Corona ini belum berhasil dituntaskan, karena semakin melemahnya kepatuhan masyarakat terhadap protokol kesehatan.

"Sekarang ada informasi dari pusat, kalau daerah tidak serius dalam menangangi kasus ini, maka akan ada sanksi. Jadi tentu kami berharap Batam tidak ada sanksi, makanya perlu upaya dan usaha agar grafik kasus ini bisa berhenti," tutur Didi.

Terpisah, Penjabat sementara Wali Kota Batam, Syamsul Bahrum mengatakan angka kasus belum bisa dihentikan. Padahal pemerintah sudah melakukan berbagai upaya mulai dari penindakan bagi mereka yang melanggar hingga penyerahan masker.

"Kita masih terus melakukan tracing, tracking dan treatment," katanya. (tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Simak berita Tribun Batam lainnya di Google News

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved