Siapa Sebenarnya Jalaluddin Rumi, Waktu Bocah Pernah Diramal Kelak Terkenal Sebagai Mistikus Cinta
Jalaluddin Rumi adalah penyair besar Persia yang hidup pada abad ketiga belas. Siapa sebenarnya dia?
Burhanuddin berpengaruh besar pada formasi spiritual Rumi.
Dia meninggalkan Rumi pada 1240.
Empat tahun kemudian rumi kedatangan seorang darwis bernama Syamsuddin.
Dia juga berpengaruh besar pada Rumi.
Syamsuddin mengenalkan keagungan dan keindahan illahi padanya.
Namun keluarga Rumi tidak mentoleransi kedekatan Rumi dengan Syamsuddin.
Rumi dianggap menelantarkan keluarga semenjak Syamsuddin.
Syamsuddin pun pergi.
Menjadi penyair
Setelah hampir sepuluh tahun berpisah dengan Syamsuddin, Rumi mencurahkan perhatiannya untuk menulis ghazal atau syair cinta.
Dia membuat kompilasi ghazal dan menamakannya Diwan-e-Kabir atau Diwan-e-Shams-e Tabrizi.
Rumi kemudian bertemu dan berteman dengan pandai emas bernama Salauddin Zakub.
Ketika Salauddin meninggal, berteman dengan Hussam-e Chalabi, satu di antara murid terfavorit Hussam.
Rumi menghabiskan masa-masa tuanya di Anatolia, di mana dia menyelesaikan enam jilid karya terbaiknya, Masnawi.
Ada dua karya Rumi yang sangat populer, yakni Diwan-e Syams-e Tabrizi atau Diwan Kabir dan Matsnawi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/27-12-2020-jalaluddin-rumi.jpg)