TRIBUN WIKI
HUT Batam ke-191, Inilah Sejarah dan Asal-usul Kota Bandar Dunia Madani
Hari ulang tahun (HUT) ke-191, inilah sejarah dan asal-usul Kota Batam. Ada banyak cerita perjalanan yang membentuk Batam menjadi seperti sekarang.
Gemerlapnya dunia malam Nagoya hingga memprihatikannya masyarakat yang hidup di rumah liar (ruli) adalah contoh realitas yang lekat dengan kota ini.
Ya, sebuah kota bernama Batam.
Baca juga: Pahlawan dari Batam, Sri Sudarsono Raih Reinventing Local Heroes Award, Pencetus SMK di Indonesia
Profil
Batam adalah salah satu kota di Provinsi Kepulauan Riau yang banyak didatangi para perantau.
Kota dengan slogan Bandar Madani ini hanya berjarak 13 km dari wilayah Negara Singapura.
Tak heran jika Batam kerap dikunjungi oleh wisatawan asal negeri jiran sepertI Singapura dan Malaysia.
Wilayah Kota Batam terdiri dari Pulau Batam, Pulau Rempang dan Pulau Galang, serta pulau-pulau kecil lain di kawasan Selat Singapura dan Selat Malaka.
Pulau Batam, Rempang, dan Galang terkoneksi oleh Jembatan Barelang.
Menurut Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Batam per 2015, jumlah penduduk Batam mencapai 1.037.187 jiwa.
Melansir situs resmi JDIH Batam, kota Batam merupakan bagian dari kawasan khusus perdagangan bebas Batam–Bintan–Karimun (BBK).
Letaknya terbilang sangat strategis karena berada di jalur pelayaran internasional.
Sebagai kota terencana, Batam merupakan salah satu kota dengan pertumbuhan terpesat di Indonesia.
Ketika dibangun pada tahun 1970-an oleh Otorita Batam (saat ini bernama BP Batam), kota ini hanya dihuni sekitar 6.000 penduduk dan dalam tempo 40 tahun penduduk Batam bertumbuh hingga 158 kali lipat.
Baca juga: Sejarah dan Asal Usul 22 Desember Diperingati Sebagai Hari Ibu
Sejarah

Sejak 231 Masehi, Pulau Batam dihuni pertama kali oleh orang Melayu dengan sebutan orang selat.
Pulau ini pernah menjadi medan perjuangan Laksamana Hang Nadim dalam melawan penjajah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/batamnyaaaa-mana.jpg)