WISATA BATAM
Simpan Jejak Sejarah Batam, Museum Batam Raja Ali Haji Dibuka Bertepatan HJB ke-191
Soft opening Museum Batam Raja Ali Haji ditandai dengan pembukaan tirai yang menutupi sketsa wajah Raja Isa bin Raja Ali atau Nong Isa, Jumat (18/12)
Sketsa itu, sambung dia, dilukis berdasarkan penggambaran saat Nong Isa masih muda dan belum mendapat penabalan atau surat kuasa untuk memerintah wilayah Nongsa.
“Kita berusaha melengkapi agar ke depan khazanah semakin banyak, sehingga informasi tentang Batam dan Kepri terdokumentasi secara baik di museum ini,” terangnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam, Ardiwinata, berharap kehadiran Museum Batam Raja Ali Haji bakal jadi destinasi wisata budaya di Kota Batam.
“Kami sangat berbahagia, karena bertepatan dengan HJB ke-191, Museum Batam Raja Ali Haji dibuka,” katanya.
Ardi menuturkan, Museum Raja Ali Haji sudah didaftarkan ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama 475 museum lainnya di Indonesia. Isi dari museum ini, menampilkan sejarah peradaban Batam mulai dari Batam sejak zaman Kerajaan Riau Lingga, Belanda, Temenggung Abdul Jamal, Jepang, masa Kemerdekaan Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kepri, Otorita Pertama, era BJ Habibie, Kota Administratif, masuk Sejarah Astaka, Khazanah Melayu, dan infrastruktur atau era Batam sekarang.
”Kita mengambarkan before dan after infrastruktur Batam, di bawahnya ada masa kota administrasi,” ucapnya.
Selain menjadi objek wisata, museum ini juga sebagai media edukasi masyarakat Batam, khususnya para pelajar untuk mengetahui sejarah dan perkembangan Batam dari masa ke masa.
Selama pandemi Covid-19, sebelum memasuki museum, pengunjung dicek suhu tubuhnya dan disemprotkan hand sanitizer sebagai salah satu protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran Covid-19 di Kota Batam.
“Kondisi pandemi Covid-19, museum bakal dibuka pukul 10.00 sampai 20.00,” pungkasnya.
Peresmian museum ini juga dihadiri Ketua TP-PKK Kota Batam, Marlin Agustina Rudi. Wakil Ketua I TP-PKK Kota Batam, Erlita Sari Amsakar, Seketaris Daerah (Sekda) Kota Batam, Jefridin dan Ketua Dharma Wanita Kota Batam, Haryati Jefridin.
Koleksi Museum Bertambah
Sebelumnya diberitakan, Museum Batam Raja Ali Haji, Batam Center, Kota Batam, Provinsi Kepri mendapat tambahan koleksi baru.
Empat buah jam dinding yang semula terpasang di kawasan perempatan Simpang Jam telah diserahkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Batam.
Selama ini, keempat jam dinding tersebut memang disimpan oleh pekerja pembangunan flyover Laluan Madani, Simpang Jam.
Jam dinding tersebut rencananya akan dipajang di Museum Batam Raja Ali Haji, Jalan Engku Putri, Batam Center, Kota Batam.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1812museum-batam-raja-ali-haji.jpg)