Breaking News:

Sydney Kembali Diterpa Lonjakan Kasus Baru Covid-19, Pemerintah Berlakukan Karantina Wilayah

Sydney kembali mengalami klaster wabah Covid-19. Dalam 24 jam terakhir, jumlah kasus di pantai bagian utara kota terbesar di Australia itu bertambah..

Penulis: Lia Sisvita Dinatri | Editor: Lia Sisvita Dinatri
Wikimedia Commons/Adam.J.W.C. via Tribunnewswiki
FOTO: Gedung Opera Sydney di Bennelong Point, Sydney, Australia. 

TRIBUNBATAM.id, SYDNEY - Sydney kembali mengalami klaster wabah Covid-19. 

Dalam 24 jam terakhir, jumlah kasus di pantai bagian utara kota terbesar di Australia itu bertambah 30, dan  hingga saat ini, total kasus baru yang terkonfirmasi positif menjadi 70 kasus. 

Minggu, (20/12/2020) pihak berwenang Sydney mengatakan, kemungkinan mereka tidak dapat melacak sumber klaster tersebut. 

Walaupun jumlah kasus terus bertambah, Perdana Menteri New South Wales, Gladys Berejiklian mengatakan,  belum ada bukti penyebaran masif di luar pantai utara Sydney

Namun, kasus-kasus positif baru menunjukkan virus menyebar di seluruh penjuru Sydney dan bagian lain Negara Bagian New South Wales

Pemerintah memberlakukan karantina wilayah hingga Rabu, (23/12).  

Masyarakat Sydney hanya diizinkan meninggalkan rumah mereka untuk lima alasan dasar. Antara lain untuk berobat, berolahraga, membeli kebutuhan di toko grosir, bekerja atau alasan kebaikan. 

Kepala Kesehatan New South Wales, Kerry Chant mengatakan, hingga kini pemerintah belum menemukan pasien nol klaster terbaru di Sydney. Namun, pihaknya sedang menggelar penyelidikan besar-besaran. 

Baca juga: Ada Virus Baru, Inggris Tutup Semua Toko dan Larang Pertemuan

Baca juga: 2 Miliar Vaksin Covid-19 Siap Didistribusikan ke 190 Negara pada 2021

Sementara itu, Korea Selatan (Korsel) melaporkan 1.000 kasus lebih untuk kelima kalinya berturut-turut. 

Pemerintah Korsel pun mempertimbangkan memberlakukan peraturan pembatasan sosial yang lebih ketat yang akan menekan perekonomian. 

Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Korsel (KCDC) pada Sabtu, (19/12/2020) mengumumkan 1.097 kasus positif baru dalam 24 jam terakhir. 

Sehingga, total kasus infeksi di negara itu menjadi 49.665 kasus. 

Sekitar 70 persen kasus baru terjadi di Metropolitan Seoul yang padat penduduk. Ibukota telah menjadi pusat klaster baru. 

Pemerintah sudah menyesuaikan kebijakan peraturan pembatasan sosial dengan kecepatan penyebaran virus. (*) 

Simak berita terbaru lainnya di Google News

Baca juga: Setelah 10 Bulan Kepergian Ashraf Sinclair, BCL Akui Tak Ingin Menikah Lagi: Sekarang Belum

Baca juga: UPDATE December 20: Adding to 6,982, Covid-19 Cases in Indonesia Now Reaching 664,930

Baca juga: Ini dia 8 Makanan yang Bikin Cepat Ngantuk

Baca juga: Arti Kedutan di Hidung Kanan menurut Primbon, Mitosnya Cita-cita Terpendam Akan Terwujud

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved