CUACA EKSTREM DI ANAMBAS
Banjir di Anambas, Warga Keluhkan Gatal-gatal hingga Saling Bantu Bersihkan Rumah
Sejumlah warga Anambas yang terdampak banjir mengeluhkan gatal-gatal setelah banjir. Ada yang bingung tak bisa mandi karena air bersih mati
ANAMBAS, TRIBUNBATAM.id - Sejumlah warga Anambas yang terdampak banjir mengeluhkan gatal-gatal setelah banjir setinggi pinggang orang dewasa melanda kawasan Tarempa, Kecamatan Siantan, Anambas pada Minggu (21/12/2020) lalu.
Derasnya air datang dari penjuru gunung dan laut yang menyatu. Kemudian membawa lumpur serta pasir ke pemukiman rumah warga.
Tingginya curah hujan di kawasan Tarempa Anambas membuat Sungai Sugi yang berada di Jalan Pattimura meluap.
Kondisi terkini, ratusan rumah warga sudah mulai dibenahi dari sisa-sisa lumpur yang masuk.
Namun sejumlah warga mengeluhkan gatal-gatal pascaair banjir surut.
Baca juga: Banjir Ancam Rumah Dinas Bupati dan Wakil Bupati Anambas, Kantor BKD Terendam Air
Baca juga: Banjir di Anambas, BPBD dan Dinsos Buat Dapur Umum di Masjid Jamik Baiturrahim
"Bukan main gatalnya, tidak bisa tidur semalam. Air bersih mati, Bagaimana mau mandi? Badan rasanya gatal sekali," ujar Dini, yang rumahnya ikut terendam banjir, Senin (21/12/2020).
Hal yang sama juga dialami Rita, ia dan keluarganya terpaksa harus mencari air untuk membersihkan diri mereka agar gatal-gatal di badan sedikit mereda.
"Kami cari sumber air, karena mau beli air galon malamkan sudah tutup. Akhirnya dapat air, langsung dipanaskan biar gatal-gatal ini hilang," ucap Rita.
Warga Berjibaku Bersihkan Rumah Pascabanjir
Sementara itu, pascabanjir terjadi di Kepulauan Anambas khususnya di Wilayah Tarempa, warga berjibaku membersihkan sisa banjir yang memasuk ke rumah.
Pantauan TribunBatam.id di lokasi rawan banjir, di jalan Raden Saleh, sejumlah warga bersama-sama mengeluarkan barang berharga mereka untuk diselamatkan.
Ada yang terlihat sudah lelah menyiram dan menyapu bekas genangan air yang masuk.
Warga juga saling membantu membersihkan rumah tetangganya.
Diketahui, sisa banjir membawa lumpur setebal 5 centimeter. Akibatnya warga harus mencangkul dan membuang sisa banjir.
"Habis semua rumah, dapur, dan peralatan lainnya. Baju kami sudah tidak ada lagi. Ini saja saya pinjam baju tetangga, memang habis semuanya," ujar Lia (42).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/2112warga-anambas-bersihkan-rumah-pascabanjir.jpg)